NABIRE - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai menemui adanya penambangan emas tak memiliki izin, penambangan ilegal (Illecal Mainning) Ibou, Mogodagi, Distrik Mogodagi wilayah Pemerintahan Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. Penambang masuk lewat Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika. Penambang masuk lewat Wakia lalu menambang di Kali Ibou, Kampung Mogodagi atas tanah adat Suku Mee, wilayah pemerintahan Kabupaten Dogiyai.


Anggota DPRD Kabupaten Dogiyai, Yosep Minai dan Yusak Ernest Tebay dari lokasi penambangan emas ilegal, akhir pekan lalu melalui selulernya mengatakan, penambangan emas yang selama ini dikenal penambangan di Kampung Mogodagi, Distrik Kapiraya ternyata tidak demikian setelah DPRD Dogiyai turun ke lokasi.

Penambangan emas secara ilegal sedang terjadi lewat Wakia, di Kali Ibou, Kampung Mogodagi yang merupakan tanah adat Suku Mee Distrik Sukikai Selatan, Kabupaten Dogiyai.


Penambang, Zoomlion H Industry minta izin kepada pemerintah Mimika untuk melakukan penambangan di Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah, tetapi pelaksanaan di lapangan ternyata menambang di Muara Kali Ibou, di Mogodagi, tanah adat Suku Mee di wilayah pemerintah Dogiyai.


Minai mengurai, perkiraan semula penambangan dilakukan secara manual dan tradisional. Ternyata tidak. Zoomlion Industry menempatkan enam buah exavator di Kali Ibou, di atas tanah adat Suku Mee.


Oleh sebab itu, kata Minai, DPRD Dogiyai akan mempertanyakan hal ini kepada Pemerintah Kabupaten Mimika dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk memperjelas masalah illegal mainning tersebut.


Kali Ibou, kata Yusak Tebay, menurut sebutan Suku Mee, Ibouwo sementara menurut Suku Kamoro Wakia. Kali itu sendiri turun dari Paniai, Deiyai dan Dogiyai.


Pekan lalu, DPRD Kabupaten Dogiyai dipimpin Ketua, Yulianus Boga turun langsung ke lokasi penambangan emas secara ilegal di Kali Ibou, Mogodagi, Kabupaten Dogiyai, belakang Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah.


Yusak Tebay mengungkap, DPRD Dogiyai saat konfirmasi lewat Kepala Kampung Wakia, baru sebulan ini urus perizinan. Diduga perizinan baru diurus setelah DPRD turun terhadap illegal mainning di Mogodagi.(ans)