NABIRE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, menilai perlunya kerjasama antara institusi yang menangani pangan di daerah ini seperti Dinas Pertanian, Dolog dan Dinas Ketahanan Pangan untuk mengukur kebutuhan dan sediakan kebutuhan pangan di daerah ini.

Sebab, ketiga lembaga ini menangani persediaan pangan di daerah ini.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Nabire, Musa Malissa saat Komisi B melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Rabu (23/7), diterima Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Dominikus Lokobal bersama staf di ruang kerjanya.

Usai mendengar keterangan tentang tugas pokok ketahanan pangan, Musa Malissa menuturkan, Dolog sebagai penyedia pangan khususnya beras dan Dinas Pertanian sebagai instansi yang menangani penyediaan pangan dari lokal melalui petani di daerah ini, seharusnya berkerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan yang menangani persediaan dan ketahanan pangan untuk mengukur kebutuhan pangan di daerah ini.

Musa Malissa menilai, seharusnya Dolog bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk mengukur berapa banyak kebutuhan pangan yang dimasukan dari luar Nabire.

Karena, Dinas Pertanian mengelola produk pangan lokal dan Dinas Ketahanan Pangan mengukur berapa banyak ketahanan pangan yang tersedia di daerah ini.

Dalam Kunker tersebut, Komisi B juga meminta agar Dinas Ketahanan Pangan terus mengkampanye untuk mengkonsumsi pangan lokal dari lokal seperti keladi, petatas, sagu dalam acara-acara resmi dan kegiatan lain yang dilaksanakan oleh peremintah dan swasta di daerah ini.

Disamping itu, Dinas Ketahanan Pangan juga diminta untuk terus mengarahkan produk pangan lokal yang bisa masuk di pasaran seperti dalam bentuk keripik, tepung, dan industri pangan lokal lain sehingga produk pangan lokal dari daerah ini mampu bersaing dengan produk pangan lokal dari daerah lain, bekerjasama dengan Dinas Perindustrian untuk labelisasi produk lokal yang mampu bersaing ke pasar luar Nabire.(ans)