NABIRE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire menetapkan Mesak Magay dan Ismail Djamaluddin sebagai calon bupati dan wakil bupati terpilih Kabupaten Nabire periode 2020-2024. Penetapan tersebut melalui Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Nabire dalam rangka Penetapan Calon Bupati-Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Nabire dipimpin Wakil Ketua II, Mohammad Iskandar.

Sidang Paripurna tersebut dihadiri Sekda Nabire, Daniel Maipon, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), anggota legislatif, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, Ketua Komisioner KPU Nabire dan komisioner Bawaslu Nabire, pimpinan partai politik dan Tim Sukses pasangan calon 02 (Mesak-Ismail) dan tokoh masyarakat.

Wakil Ketua II DPRD, Mohammad Iskandar usai menetapkan Mesak Magay – Ismail Djamaluddin sebagai calon bupati dan wakil bupati terpilih mengharapkan proses pelantikan bisa diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Minimal, Oktober ini dilaksanakan pelantikan Bupati-Wakil Bupati Nabire definitiv.

Saat menyerahkan penetapan calon bupati-wakil bupati terpilih, Iskandar meminta eksekutif untuk mempercepat prosesnya sehingga pelantaikanya dilaksanakan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Penetapan diterima Sekda Nabire, Daniel Maipon. Kesempatan itu, maipon juga berjanji akan mempercepat prosesnya sehingga secepat mungkin Nabire sudah ada bupati-wakil bupati definitiv.

Wakil Ketua II, Mohammad Iskandar sebelum menutup Sidang Paripurna mengatakan, untuk mendapat Bupati dan Wakil Bupati definitiv, kita lalui dengan masa yang cukup panjang, sejak pendaftaran bakal calon bupati-wakil bupati Nabire hingga penetapan calon terpilih. Sedikitnya pproses tersebut lebih setahun, sejak September 2020, belum terhitung saat pendaftaran ke partai politik.

Iskandar mengatakan, selama proses panjang, kita lalui dengan perbedaan pendapat dan pilihan. Tetapi, sejak ditetapkannya calon bupati dan wakil bupati terpilih, kita akhir perbedaan yang terjadi selama ini dan mari kita bersatu untuk membangun Nabire yang kita cintai bersama bupati dan wakil bupati terpilih sampai pelantikannya nanti.

Wakil Ketua mengingatkan, tidak hanya perbedaan pendapat dan pilihan kita saat Pilkada dan PSU tetapi dalam kemajemukan masyarakat ini terdiri dari berbagai suku, ras dan budaya. Tetapi itu semua merupakan satu kesatuan hidup bermasyarakat sehingga dengan perbedaan latar belakang dan kemajemukan masyarakat, kita bersatu dan membina kebersamaan sebagai modal untuk membangun daerah ini agar lebih maju dari waktu-waktu lalu.

Untuk itu, Iskandar mengajak masyarakat di daerah ini agar melupakan perbedaan pendapat dan pilihan kita ketika berlangsungnya Pilkada pada Desember 2020 lalu pemungutan suara ulang dengan menyatukan barisan dan memupuk kembali kebersamaan yang kita telah bangun bersama sebagai modal menata daerah ini lebih baik bersama Bupati dan Wakil Bupati terpilih yang akan dilantik sebagai Bupati-Wakil Bupati Nabire definitiv agar kedepan kita ciptakan Nabire lebih maju. (ans/ros)