DPRD Minta Eksekutif Jawab Aspirasi Masyarakat
NABIRE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire meminta kepada eksekutif agar menjawab aspirasi dari masyarakat yang
Bagikan
NABIRE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire meminta kepada eksekutif agar
menjawab aspirasi dari masyarakat yang disampaikan melalui fraski dan komisi
lewat pemandangan umum fraksi dan diskusi antar eksekutif dan legislatif pada
sidang paripurna dewan. Himbauan tersebut disampaikan beberapa fraksi melalui
pendapat akhir fraksi yang dibacakan sebelum penutupan sidang paripurna DPRD
Nabire, Sabtu (28/7). Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F PKB) lewat pendapat akhir fraksi yang dibacakan Yurmina
Money mengatakan fraksi PKB menerima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2017 untuk
ditetapkan sebagai Peraturan Daerah (Perda) dengan catatan meminta eksekutif
untuk menjawab aspirasi masyarakat yang disampaikan melalaui fraksi kami kepada
eksekutif. Sidanf tersebut dipimpin Ketua DPRD, Marthen Douw didampingi Wakil
Ketua I, Marcy Kegou dan Wakil Ketua II, Roy Wonda, dihadiri, Wakil Bupati
Nabire, Amirullah Hasyim bersama jajaran eksekutif. Permintaan serupa juga disampaikan Fraksi Koalisi Nusantara Bersatu (KNB) yang dibacakan Ketua
Fraksi, Abelenstra Yoweni dan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F
PDIP) yang dibacakan Ruben Tandi. Senada dengan F PKB, Fraksi KNB dan F PDI
Perjuangan juga meminta agar eksekutif untuk memperhatikan dan mengakomodir
aspirasi masyarakat lewat anggota DPRD agar diprogramkan melalui kegiatan
pembangunan oleh eksekutif. Sedangkan Fraksi Partai Demokrat (F PD) yang dibacakan Udin Mardin dalam pendapat akhirnya
meminta agar pemerintah eksekutif agar memberikan perhatian di bidang
pendidikan khususnya bantuan pendidikan bagi pelajar/mahasiswa yang sedang
menimba ilmu di luar Nabire. F PD juga meminta agar dalam tahun anggaran 2018
ini segera merealisasikan pencairan dana desa/kampung. Selain itu, Partai Demokrat juga mengharapkan pemerintah mendata tenaga honorer di daerah
ini dengan baik agar ke depan diberi perhatian khususnya di bidang kesehatan
dan pendidikan. Demokrat juga meminta pemerintah untuk mengaktifkan pasar
Kalibobo yang sudah setahun setelah diresmikan. Lewat pendapat akhir, Partai Demokrat juga meminta pemerintah lebih serius dengan penanganan
perbaikan jembatan Kali Nabire dengan membangun koordinasi dengan pemerintah
Provinsi dan pemerintah pusat. Usai penutupan Sidang Paripurna DPRD Nabire, Udin Mardin mengatakan beberapa fraksi dalam
pendapat akhir meminta diakomodir usulan dari fraksi yang disampaikan lewat
sidang di dalam kegiatan pemerintah karena itu merupakan aspirasi dari
masyarakat dari bawah lewat perwakilan di lembaga dewan. Karena, jawaban yang
diberikan oleh eksekutif tidak memuaskan. Sebelumnya, saat Penutupan Tahun Persidangan 2017 lalu, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan lewat juru bicara, Moh Iskandar mengatakan dari 100 lebih usulan
kegiatan yang disampaikan dewan sesuai aspirasi dari bawah, hanya sebagian
kecil saja yang diakomodir pemerintah eksekutif melalui kegiatan pembangunan,
sisanya kurang di tanggapi oleh pemerintah. (ans)
Bagikan artikel ini



