NABIRE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mempertanyakan kinerja pelayanana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Nabire. Karena, beberapa waktu terakhir, tingkat kematian pasien tinggi sehingga hampir setiap jam terdengar bunyi sirene mobil jenazah yang mengantar mayat dari RSUD.DPRD dalam diskusi antara Gabungan Komisi dengan eksekutif yang dipimpin Ketua, Marthen Douw di Ruang Sidang DPRD Nabire, Senin (4/12) meminta penjelasan dari BLU RSUD Nabire, atas kasus meningkatnya jumlah pasien belakangan ini. Hal itu dibuktikan dengan hampir setiap jam bahkan menit ada bunyi sirene mobil jenazah di kota Nabire.   Anggota DPRD Kabupaten Nabire, Karel Efradus Tawaru membandingkan, ketika pemerintah membuka rumah sakit tipe D di Nabire, kematian pasien di rumah sakit kurang. Tetapi, ketika RSUD Nabire yang rencananya RSUD meningkat ke tipe B kematian pasien di rumah sakit malah meningkat. Bahkan, setiap jam, ada saja pasien yang meninggal di rumah sakit.Sementara itu, Wakil Ketua I, Marcy Kegou mempertanyakan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Badan Layanan Umum (BLU) RSUD Nabire. Karena, ada keluhan dari warga dan disaksikan sendiri, ada dua jarum infus yang tergantung, satu untuk anak-anak dan satu untuk dewasa disatu tempat tidur.Menanggapi pertanyaan dewan, Steven Mareku dari BLU RSUD Nabire, mewakili Direktur RSUD Nabire mengatakan, pelayanan di rumah sesuai prosedur tata laksana pelayanan rumah sakit. Oleh karena itu, dokter dan perawat juga tidak bisa berbuat banyak apabila Tuhan memanggil pasien yang dirawat di rumah sakit.Bupati Nabire, Isaias Douw mengatakan, pelayanan di RSUD Nabire sesuai prosedur, seperti yang dijelaskan wakil dari RSUD Nabire, dokter cukup sehingga pasti pelayanannya baik.Bupati Isaias juga mengatakan, pasien yang meninggal di BLU RSUD Nabire tidak hanya warga Nabire. Karena BLU RSUD Nabire sebagai rumah sakit rujukan sehingga pasien yang dirawat juga tidak hanya dari Nabire tetapi ada pasien dari beberapa kabupaten tetangga, seperti Paniai, Deiyai, Dogiyai, Waropen, Intan Jaya bahkan dari Wondama.Walaupun demikian, BLU RSUD Nabire sebagai rumah sakit rujukan, selama ini tidak ada bantuan dari pemerintah kabupaten lain kepada RSUD Nabire. Selama ini, hanya Pemkab Nabire yang menanggarkan dana operasional bagi BLU RSUD Nabire, tidak ada bantuan dari pemerintah kabupaten luar sekalipun pasiennya di BLU RSUD Nabire.(ans)