NABIRE - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Papua Tengah menetapkan dua subkegiatan prioritas untuk tahun anggaran 2026. Prioritas ini merupakan arahan langsung dari pemerintah pusat yang diturunkan ke tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota di seluruh wilayah Papua Tengah. 

Dua fokus utama tersebut adalah pengawasan penanaman modal serta subkegiatan penyelesaian permasalahan yang dihadapi oleh para investor di lapangan.

Kepala Sub Bagian Umum DPMPTSP Provinsi Papua Tengah, Yustan Hok, menjelaskan tujuan akhir dari kedua program ini untuk memacu peningkatan nilai investasi secara signifikan. 

Melalui pengawasan yang ketat, pemerintah ingin memastikan setiap modal yang masuk memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah. Hal ini menjadi instrumen penting dalam memetakan sejauh mana iklim investasi berkembang di provinsi baru ini.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan pengawasan akan dititikberatkan pada Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Para pelaku usaha diwajibkan untuk melaporkan perkembangan bisnis mereka secara rutin agar pemerintah dapat memantau angka investasi yang terealisasi serta hasil konkret yang dicapai. Data dari laporan ini sangat krusial untuk mengetahui efektivitas modal yang telah ditanamkan oleh para pengusaha di berbagai sektor.

Lebih lanjut, Yustan menyebutkan Provinsi Papua Tengah telah diberikan target investasi yang cukup besar untuk tahun 2026. Target tersebut nantinya akan didistribusikan secara proporsional ke delapan kabupaten yang ada di wilayah Papua Tengah. 

Pembagian target ini bertujuan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya berpusat di satu titik, melainkan merata hingga ke daerah-daerah penyangga lainnya.

Program prioritas ini disusun berdasarkan semangat Astacita Presiden yang berkaitan langsung dengan tugas pokok dan fungsi DPM PTSP. Salah satu poin dalam Astacita tersebut menekankan pada penguatan investasi sebagai motor penggerak ekonomi nasional. 

Dengan sinkronisasi program ini, diharapkan hambatan birokrasi dapat diminimalisir, sehingga target investasi tahun 2026 dapat tercapai dengan maksimal.(sam)