NABIRE - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nabire, Papua Tengah, berencana akan meluncurkan program inovatif untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayahnya. Program ini berupa pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk menciptakan 70 CV, calon tenaga kerja yang berasal dari Orang Asli Papua (OAP) pada tahun 2025 ini.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Nabire, Engelbertus Magai, S.Pd, menjelaskan, program ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk memberdayakan masyarakat asli Papua. “Melalui program ini, kami ingin memberikan kesempatan yang sama bagi saudara-saudara kita, OAP untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan meningkatkan kesejahteraannya,” ujar Engelbertus saat ditemui Wartawan Papuapos Nabire di ruang kerjanya, Rabu (08/01/2025).

Pelatihan yang akan diberikan meliputi berbagai bidangnya. Peserta akan mendapatkan materi teori dan praktek secara intensif, serta dibimbing oleh instruktur yang kompeten di bidangnya.

Kepala DPMPTSP menambahkan, program ini juga akan bekerja sama dengan dunia usaha di Kabupaten Nabire. “Kami akan melibatkan perusahaan-perusahaan lokal untuk menjadi mitra dalam program ini. Dengan demikian, para peserta pelatihan memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus,” imbuhnya.

Program 70 CV khusus OAP ini diharapkan dapat memberikan sejumlah manfaat, baik bagi peserta pelatihan maupun bagi daerah. Beberapa diantaranya, meningkatkan kualitas SDM, pelatihan yang komprehensif akan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para peserta, sehingga mereka siap bersaing di dunia kerja.

Menurunkan angka pengangguran, dengan adanya program ini diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran, terutama di kalangan OAP.

Selanjutnya, meningkatkan perekonomian daerah, tenaga kerja yang berkualitas akan berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan daya saing perusahaan-perusahaan lokal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Mewujudkan keadilan sosial. Program ini merupakan bentuk nyata dari upaya pemerintah untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat, khususnya bagi OAP.

Meskipun program ini memiliki potensi yang besar, namun terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti keterbatasan anggaran, kurangnya fasilitas pelatihan dan masih rendahnya minat masyarakat OAP untuk mengikuti pelatihan. Program yang akan diluncurkan ini dianggarkan, bersumber dana Otsus.

Program 70 CV khusus OAP ini mendapat dukungan positif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat.

Kepala DPMPTSP berharap program ini dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Nabire. “Kami optimis bahwa dengan kerjasama yang baik dari semua pihak, program ini akan menjadi contoh bagi daerah lain,” pungkasnya.(sam)