JAYAPURA - Anggota Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD-PAN) Kabupaten Paniai, Esevius Gobai kembali menolak dengan tegas pengalihan suara dari anggota DPRD Paniai, Herman Adii dan memperlambatnya proses penetapan ketua DPRD yang devinitif. Menurut Esevius Gobai, pihaknya menilai ada intervensi dari pihak tertentu, sehingga belum dikeluarkan rekomendasi dari DPD - PAN Paniai sehingga dituntut Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Papua DPD PAN Paniai segera mengeluarkan rekomendasi kepada Herman Adii.“Saat ini masyarakat Kabupaten Paniai dan khususnya asal daerah pemilihan dari saudara Herman Adii sedang menanti di Paniai. Mereka (masyarakat dari distrik Bogobaida, red) sudah enam bulan tinggal di Enarotali (Ibukota Paniai). Mereka sedang menunggu kapan pelantikan anak mereka, yakni Herman Adii ini dilantik. Sebab, suara di lapangan yang paling tinggi untuk Kabupaten Paniai diraih atas nama, Herman Adii, dari partai PAN dengan jumlah suara 3354 dari Dapil III, Distrik Bogobaida,” tegas Esevius Gobai didampingi Anggota DPRD Paniai, Herman Adii kepada wartawan di Jayapura, Selasa (28/04) kemarin.Dijelaskan Esevius, 25 anggota DPRD Paniai yang telah dilantik pemenang pertama adalah PAN dengan jumlah 5 orang anggota legislatif dan di dalamnya yang meraih suara terbanyak adalah Herman Adii.“Sehingga dari awal penetapan anggota legislatif sudah terbentuk ketua DPRD Kabupaten Paniai. Oleh sebab itu, kami minta dengan hormat kepada ketua DPD PAN dan sekretaris DPD PANsegera keluarkan rekomendasi kepada Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Paniai agar selanjutnya mengurus surat keputusan (SK) di Biro Tata Pemerintahan Provinsi Papua,” jelas Gobai.Sementara itu di tempat yang sama, tokoh masyarakat distrik Bogobaida, Menase Nawipa mengatakan, pihaknya melihat alasan ulur waktu penetapan ketua DPRD Paniai yang tetap karena pihak partai PAN melihat saudara Herman Adii masih muda, sehingga dinilai tidak mampu melaksanakan amanah rakyat Paniai.“Pernah juga ketua DPD PAN Paniai, Melkias Muyapa bilang sama Herman Adii itu anggota OPM dan sebagainya. Ya kalau melihat dia (Herman) masih muda kenapa pada saat pendaftaran dulu tidak akomodir jadi anggota Caleg dari PAN?,” tanya Menase Nawipa.Dikatakan Menase, pembangunan Kabupaten Paniai sedang macet sehingga tidak ada alasan untuk menunda-nunda proses penetapan dan penlantikan.Bukan hanya dari tokoh masyarakat yang mendukung Herman Adii jadi ketua DPRD tapi juga dari empat orang anggota DPRD yang berasal dari PAN uga telah mengeluarkan surat mosi tidak percaya/penolakan terhadap ketua DPD PAN Paniai yang mengeluarkan surat rekomendasi sebagai ketua DPRD Paniai atas nama Yunus Adii. Surat yang bernomor 01/S.P/III/2015 itu menyebutkan bukan hasil kesepakatan anggota terpilih DPRD Paniai. Oleh sebab itu, keempat orang ini sepakat tidak menerima karena adanya permainan inisiatif atau kepentingan tertentu. Mereka empat yang telah tanda tangan dengan bermeterai 6000 itu adalah, Moses Mote, Andreas Tekege, Herman Adii dan Habakuk Pigai.Sebelumnya, sekretaris DPD PAN Paniai, Menase Pigai mengatakan dirinya telah sepakat memberikan dukungan sepenuhnya kepada Herman Adii sebagai ketua DPRD Paniai, namun belum ada komitmen yang elas dari pimpinan Partai PAN Paniai.“Kalau bagi saya tetap mendukung Herman jadi ketua, karena dia memang memenuhi syarat. Tapi, pak ketua ini yang masih belum melakukan pertemuan dengan kami untuk mengeluarkan rekomendasi,” kata Menase Paniai. (ist)