NABIRE -Donasi peduli korban gempa dan stunami Sulawesi Tengah (Sulteng) baik di Palu, Sigi dan Donggala yang dikumpulkan lewat aksi pengalangan dana sejumlah komunitas masyarakat Nabire yang dikoordinir oleh Komunitas Peduli Nabire (Kopena) telah tersalurkan dengan baik dan diserahkan secara langsung kepada para korban yang berada di tempat kejadian.Penyaluran bantuan masyarakat Nabire ini langsung dibawa dua relawan masing-masing Raymon Rumatrai dengan dibantu Hariyadi, sejak sepekan kemarin di Palu dan Donggala sekitarnya. Data yang diterima media ini, ada sejumlah tempat dan lokasi yang disambangi kedua relawan ini.Bantuan yang diterima para korban bencana alam gempa dan stunami Palu dari masyarakat Nabire ini pun beragam, ada sejumlah uang tunai, bahan makanan atau Sembako, peralatan dan perlengkapan anak-anak dan perempuan, serta bantuan moril.   Penyaluran bantuan untuk korban gempa palu dari masyarakat Nabire peduli lewat kedua relawan itu dimulai dari salah satu mesjid yang berada di Palu. Mereka sempat bertemu dengan seorang dokter yang juga korban gempa selaku penanggung jawab di mesjid tersebut. Setelah di tempat pengungsian, dilanjutkan ke daerah Mamboro yang ada warga penggungsiannya.Selain di tempat tersebut, bantuan dilanjutkan lagi di beberapa tempat di Palu yang belum mendapat bantuan. Secara umum, terang Boy 1 sapaannya Raymon, ketika di suatu tempat yang banyak pengungsinya mereka sempat berpikir bantuan yang disalurkan tersebut dari pemerintah, namun setelah dijelaskan bahwa bantuan dari masyarakat Nabire peduli, mereka paham dan terharu serta mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Nabire.Secara umum, menurut kedua relawan tersebut bantuan yang disalurkan ke sejumlah tempat pengungsian yang dianggap butuh uluran tangan (bantuan, red) ada juga sejumlah mahasiswa dari Universitas Tadulaco Palu. Baik mahasiswa dari beberapa provinsi maupun daerah, termasuk mahasiswa asal Papua. Pada saat penyaluran bantuan kepedulian masyarakat Nabire tersebut ada catatan menarik, yaitu bantuan masyarakat Nabire lewat donasi peduli korban gempa Palu ini dibantu atau dikawal pihak TNI yang berada disana. Adapun jumlah bantuan yang diangkut dengan 10 kendaraan tersebut, sebelum diakhir di salah satu tempat pengungsian atau Posko korban bencana terlebih dulu di tempat yang bernama Waterpark Milenium. Di tempat atau pusat pembelanjaan dan perkampung ini diperkirakan ada sekitar 500an orang yang meninggal di tempat tersebut. Ini dibuktikan keterangan dari relawan yang menyebutkan ketika mereka sampai di tempat itu masih tercium jelas bau amis dan sedap lantaran banyaknya korban yang tewas di daerah tersebut.Diakhir tulisannya yang dishare di media sosial dan WhatsApp (WA) yang diterima media ini juga, menyebutkan banyak perempuan dan anak-anak di beberapa tempat belum mendapatkan bantuan sama sekali, sehingga bantuan dari masyarakat Nabire diberikan diprioritaskan untuk kebutuhan wanita dan bayi atau anak-anak. (wan)