NABIRE - Pohon yang berada di jalur hijau jantung kota Nabire terpaksa harus dipotong, lantaran pohon tersebut bukan hanya menyombari pengendara, tapi pohon tersebut juga menjadi rawan kepada pengendara dalam situasi cuaca buruk dan mobil besar (truk konteiner) melintas jalur hijau.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nabire, Arfan N. Palumpun, ST., MT, Rabu (15/04/26) saat ditemui Papuapos Nabire, ada beberapa kontainer yang selalu lewat di area itu, dahannya jatuh, patah, takut terkena pengendara lain.

“Sebenarnya pohon ini tidak cocok di jalur hijau, karena akarnya merusak,” terang Arfan.

Ia juga mengatakan, bahwa pohon ini sudah tidak memungkinkan ada di tengah-tengah kota, karena pertama, bisa atau dapat mengakibatkan kecelakaan dan kerap membuat kendaraan terbalik, jatuh gara-gara menginjak akar pohon yang muncul di atas aspal. 

Kedua, ranting pohon. Ketika angin, kencang dan hujan, sering rubuh mengenai kendaraan-kendaraan yang berakibat kecelakaan. “Itu yang membuat bupati memerintahkan kami untuk segera melakukan penebangan pohon,” jelasnya.

“Kita lihat pohon-pohon yang memang sudah besar, jadi rawan kecelakaan bagi pengendara, itu kami akan tebang. Kemudian setelah penebangan pohon ini, kita akan menggantikan dengan pohon pucuk merah dan ketapang kencang,” tandasnya.(rob)