NABIRE - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire (DKPN) telah mengumumkan rencana kerja mereka untuk tahun 2025, dengan fokus utama pada keberlanjutan empat program utama yang telah berhasil dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Program-program ini, yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Nabire, Yasor Victor Sawo, menyatakan bahwa meskipun program-program tersebut tetap sama, akan ada penyesuaian lokasi pelaksanaan untuk tahun 2025. “Kami akan terus menjalankan program-program unggulan kami, namun dengan lokasi yang berbeda,” ujar Victor Sawo, saat ditemui Papuapos Nabire di ruang kerjanya, Rabu (19/02/2025).

Program-program unggulan dimaksud, diantaranya pengelolaan sumber daya ekonomi untuk kedaulatan dan kemandirian pangan. Program ini akan difokuskan pada penyediaan infrastruktur pendukung kemandirian pangan, termasuk peningkatan lumbung pangan dan fasilitas pendukungnya. Selain itu, akan ada peningkatan sumber daya manusia pengelola lumbung pangan melalui bimbingan teknis terkait pengolahan sagu, salah satu sumber pangan lokal yang potensial.

Selanjutnya, penyaluran bantuan pangan untuk intervensi stunting. Dinas Ketahanan Pangan akan terus berupaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Nabire melalui penyaluran bantuan bahan pangan bergizi, seperti beras, susu, kacang hijau dan telur. Pada tahun 2025, intervensi ini akan menjangkau 22 lokus stunting yang tersebar di 13 distrik di Kabupaten Nabire.

Stabilisasi pasokan dan harga pangan. Program ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta mengendalikan inflasi melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). Pada tahun 2025, GPM akan dilaksanakan sebanyak empat kali, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan seperti idul fitri, natal dan tahun baru.

Diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat. Melalui program ini, Dinas Ketahanan Pangan akan mendorong penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat, seperti Pekarangan Pangan Lestari (PPL). Program ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal.

Selain program-program utama, Dinas Ketahanan Pangan juga akan fokus pada peningkatan infrastruktur dan fasilitas pendukung, termasuk lumbung pangan dan fasilitas pengolahan sagu di Kampung Makimi. “Kami menyadari pentingnya infrastruktur yang memadai untuk mendukung keberhasilan program-program kami. Oleh karena itu, kami akan terus berupaya meningkatkan fasilitas yang ada,” katanya.

Dinas Ketahanan Pangan juga akan terus menjalin kemitraan dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi Masyarakat dan sektor swasta, untuk mendukung pelaksanaan program-program mereka. “Kami percaya bahwa kerjasama yang baik adalah kunci keberhasilan pembangunan ketahanan pangan di Kabupaten Nabire,” pungkasnya.(sam)