DKP2KB Gelar Deklarasi Eleminasi Maria, Wujudkan Papua Tengah Bebas Malaria

NABIRE – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Provinsi Papua Tengah, menggelar deklarasi eleminasi malaria Provinsi Papua Tengah dengan tema ‘Bersatu Mewujudkan Papua Tengah Bebas Malaria’.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKP2KB Papua Tengah, dr. Agus, M.Kes, CH.Med, CHt, mengatakan 95 persen kasus malaria di Papua Tengah berasal dari Kabupaten Mimika.
“6 kabupaten dataran tinggi dengan kasus rendah menjadi peluang besar untuk eleminasi dini. 1.168 ribu kasus positif malaria di Papua Tengah di tahun 2024. Dimana 58,6 persen kasus tersebut berasal dari Malaria Tropika,” ucapnya di Ballroom Kantor Provinsi Papua Tengah, Bandara lama, Jum’at (1/8/2025).
Ia menambahkan, ada 2.159 kasus yang terjadi pada Ibu Hamil (Bumil), dan hal ini mengancam ibu dan bayi termasuk membuat anak dalam kategori stunting. Ada 11,7 persen kasus menimpa pada bayi, dan Balita serta 16,2 persen terjadi pada pelajar dimana hal ini bisa membuat generasi penerus bisa terancam.
“Kerugian ekonomi akibat malaria diperkirakan mencapai 170 miliar pada tahun 2024,” ucapnya.
Tujuan daripada kegiatan ini, dapat menumbuhkan komitmen lintas kabupaten dalam mempercepat elminasi malaria di Papua Tengah serta mendukung target eleminasi malaria nasional tahun 2030, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 22 tahun 2022, juga mendorong lintas sektor, tokoh masyarakat dan mitra pembangunan.
Strategi dan komitmen yang akan dikerjakan ialah, fokus eliminasi di Mimika dan Nabire, seperti statik noken, skrining massal, intervensi habitat nyamuk dan juga edukasi klambu. Eliminasi dini di 6 kabupaten dataran tinggi, dorongan regulasi dan komando terpadu melalui aktivasi malaria center dan akan diserahkan kepada UPTD Malaria Mimika.

“Diharapkan dari kegiatan ini bisa berdampak dan rencana tindak lanjut, untuk komitmen politik dan anggaran. Deklarasi ini sebagai langkah awal untuk menyatukan kepemimpinan strategi serta aksi nyata kita untuk menuju Papua Tengah yang bebas dari malaria,” tutupnya.
Turut serta hadir dalam kegiatan itu Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa, Sekda Papua Tengah, Silwanus Sumule, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bupati Puncak Elvis Tabuni, Bupati Deiyai Melkianus Mote.(edi)
Bagikan artikel ini



