Diusung 6 Parpol, Paslon WAGI Resmi Daftar ke KPU Papua Tengah
NABIRE - Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Papua Tengah, Willem Wandik, SE.,M.Si dan Calon Wakil Gubernur, Dr. drg Aloysius Giyai, M.Kes (WAGI) resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Tengah pada hari terakhir yang dijadwalkan oleh KPU, Kamis (29/08/24) kemarin.

NABIRE - Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Papua Tengah, Willem Wandik, SE.,M.Si dan Calon Wakil Gubernur, Dr. drg Aloysius Giyai, M.Kes (WAGI) resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Tengah pada hari terakhir yang dijadwalkan oleh KPU, Kamis (29/08/24) kemarin.
Sebelum melakukan pendaftaran, Paslon WAGI menggelar deklarasi yang bertempat di Taman Gizi Oyehe Nabire. Deklarasi tersebut dihadiri oleh ketua enam Partai Politik (Parpol) pengusung, diantaranya, Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrat, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Buruh dan dihadiri ribuan pendukung dan simpatisan Paslon tersebut.
Pada pukul 17.30 WIT, Paslon WAGI mulai melakukan perjalanan menuju Kantor KPU Papua Tengah, saat tiba Paslon WAGI langsung disambut oleh pihak KPU dan Bawaslu Papua Tengah, dilanjutkan dengan pemeriksaan kelengkapan persyaratan dari partai pengusung.
Kurang lebih satu jam lamanya, Paslon WAGI melakukan prosesi pendaftaran di KPU, setelah mendaftar Paslon WAGI melanjutkan Konferensi Pers dengan awak media yang berada di Halaman Kantor KPU Papua Tengah.
Willem Wandik mengucapkan terimakasih kepada KPU dan Bawaslu Papua Tengah yang telah menerima berkas pendaftaran, dirinya juga berharap semoga demokrasi di Papua Tengah berjalan dengan baik dan bermartabat tidak ada konflik apapun.
“Di Papua Tengah ada empat kandidat yang mencalonkan diri sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, semua putra-putra terbaik Papua Tengah. Kami Willem Wandik - Aloysius Giyai adalah pasangan yang paling ideal, saya yang berlatar belakang dari bidang perencanaan pembangunan pemerintahan dan sahabat saya Giyai spesialis kesehatan yang berprestasi, maka ini akan menjadi pasangan yang sangat ideal dan menjadi berkat untuk Provinsi Papua Tengah. Kami terpanggil untuk meletakkan pemerintahan yang baik untuk lima, sepuluh, lima puluh tahun mendatang,” ucap Wandik.
Sementara itu, Calon Wakil Gubernur Papua Tengah, Aloysius Giyai mengucapkan banyak terimakasih kepada Tuhan, karena satu tahapan sudah diselesaikan untuk mengikuti proses Pilkada di Papua Tengah.
“Ini amanat dari negara, oleh koalisi Indonesia Maju pak Prabowo dan Gibran yang menugaskan kami untuk mengikuti proses Pilkada pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Papua Tengah. Ini adalah jodoh yang tepat saya berpasangan dengan Willem Wandik, untuk saling melengkapi satu sama lain untuk meletakan pondasi di Provinsi Papua Tengah, sehingga apa menjadi ketertinggalan dan terbelakangan bisa diatasi bersama. Gubernur yang tepat adalah Willem Wandik, bukti beliau sepuluh tahun memimpin daerah Puncak yang aksesnya hanya dengan pesawat dan gangguan keamanannya luar biasa," ujarnya.
Willem Wandik, bisa bangun daerah Puncak. "Saya datang untuk melengkapi kehebatan Wandik di bidang kesehatan demi menciptakan generasi emas. Karena kami percaya anak-anak Papua Tengah hebat-hebat, kalau didukung, dibina dengan baik dan dibiayai dengan baik mereka akan menjadi pemimpin dunia di masa yang akan datang,” tegas Calon Wakil Gubernur Papua Tengah itu.
Pada jumpa pers tersebut Giyai juga mengatakan, bahwa sebelum dirinya berlabuh untuk berjuang bersama Wandik, sudah ada beberapa kandidat calon gubernur Papua dan Papua Tengah yang mau meming. Dirinya menolak dengan halus beralasan mau fokus di karir dan birokrasi.
“Hidup itu penuh dengan misteri, ibaratkan seorang gadis banyak laki-laki yang menyukai, tapi Tuhan kasih jodoh itu yang tepat pada waktunya. Saya dipertemukan dengan Wandik, kami mempunyai visi dan misi yang sama. Berbagai masalah pelayanan publik bagi masyarakat kita, permasalahan afirmasi otonomi khusus di Papua Tengah ini, sampai sekarang belum terwujud, yang mana perlindungan, proteksi dan pemberdayaan untuk orang asli Papua, bahkan Kartu Papua Sehat yang saya rintis dari dua belas tahun lalu dihilangkan padahal kematian, kesakitan di Papua Tengah ini luar biasa. Ini jawaban Tuhan kalau kami menjadi gubernur dan wakil gubernur, hari ini dilantik dan semua orang Papua langsung kami layani, kita berdoa kepada Tuhan, tetapi kami tidak mendahului semua atas restu Tuhan kepada kami,” pungkas Giyai.(pal)
Bagikan artikel ini



