NABIRE - Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Energi dan Sumber Daya Mineral (Disnakertrans ESDM) Papua Tengah telah memprogramkan pembangunan pemukiman/kampung Transmigrasi Lokal (Translok) di wilayah Timur dan Barat Kabupaten Nabire.

Untuk mengawali program tersebut, Disnakertrans ESDM Papua Tengah telah melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat pemilik hak ulayat yang ada di bagian timur dan barat Kabupaten Nabire guna mendapatkan lokasi atau tanah yang akan dibangun pemukiman Translok.

Dan hingga saat ini masyarakat adat bagian timur Nabire yang telah menyediakan tanah seluas 800 Ha, sementara masyarakat Nabire bagian barat belum juga memberikan informasi terkait penyiapan lahan. Namun diharapkan program pembangunan lokasi Translok ini tetap akan berjalan sesuai dengan program yang telah disiapkan.

Kepala Disnakertrans ESDM Papua Tengah, Fritz J. Boray, kepada Papuapos Nabire, Selasa (19/5) di ruang kerjanya menambahkan, tinggal menunggu ada dana, kedua lokasi Translok ini langsung dibuka dan ada pembukaan lahan pemukiman.

Sehingga sampai saat ini Disnakertrans ESDM Papua Tengah masih menunggu realisasi pelepasan dan persetujuan tanah adat di wilayah barat Nabire, karena telah diprogramkan bahwa kedua pemukiman Translok ini akan dibangun secara bersamaan bagi masyarakat lokal.

Karena program pembangunan pemukiman Translok ini akan dikoneksi secara langsung dengan program K3, dengan harapan Pemprov Papua Tengah menyiapkan masyarakat Translok yang ada di dua pemukiman ini soal pemberdayaan ekonomi berbasis lokal, seperti bagaimana menyiapkan masyarakat soal budidaya ikan untuk pendapatan ekonomi keluarga.

Dan untuk tanah seluar 800 Ha yang telah disiapkan oleh masyarakat adat di wilayah timur dengan nama pemukiman Maniwur Land, dengan harapan dari dua lokasi ini akan ditempatkan khusus masyarakat setempat sebagai warga pemukiman Translok. (des)