NABIRE - Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan (Disdik) dan Kebudayaan, menggelar tiga program pendidikan di wilayah Papua Tengah, diantaranya me-launching pemberian bantuan biaya sekolah gratis jenjang SMA dan SMK, launching pemberian bantuan dana pengelola asrama berbasis keagamaan dan daerah 3T serta launching penyerahan bantuan smartboard.

Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki F. Nawipa, S.H., menyampaikan pendidikan berpola asrama kurang lebih 903 orang, yang mendapatkan manfaat langsung oleh gubernur. Sekolah Sepanjang Hari (SSH) 2.375 orang, smartboard yang sudah terpakai 150.

"Pendidikan guru profesi 792, kampus-kampus yang kita biayai 25 universitas yang tadinya 2.375 tersebut menjadi 5.217 orang," kata Gubernur ketika membacakan sambutan di Ballroom Papua Tengah, Rabu (3/12/2025).

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada dinas pendidikan dan seluruh guru-guru yang berada di pinggiran, namun pekerjaan belum selesai dan baru memulai. Melangkah ke depan dan lima tahun ke depan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua Tengah naik.

Ia menjelaskan, tujuh program yang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, yaitu program pendidikan sekolah gratis, pendidikan berpola asrama, SSH, program tenaga mapega, bantuan smartboard, program Pendidikan Profesi Guru (PPG), bantuan biaya pendidikan mahasiswa perguruan tinggi di Papua tengah.

"Peningkatan IPM ini tidak akan naik kalau di bawah kita tidak membereskan, program-program yang dilakukan oleh pemerintah provinsi, yang bupati bisa kerjakan dikerjakan lalu yang provinsi bisa kerja kita kerjakan, tujuannya satu bagaimana supaya lebih baik daripada hari ini," pungkasnya.

Sementara itu, penerima bantuan biaya sekolah gratis jenjang SMA dan SMK, SMAN 2 Dogiyai, SMKS Tabernakel Nabire, SMKN 1 Nabire, SMKS Anak Panah Nabire. Selanjutnya ada penyerahan bantuan berpola asrama, Asrama Santomisael, asrama putra-putri SMA Meepago. Ada juga penyerahan bantuan smartboard, SMKS Tabernakel Nabire dan yang terakhir ada penyerahan bantuan pendidikan kepada 5.000 mahasiswa yang terbagi di 25 perguruan tinggi di Papua Tengah.(edi)