Disdik Nabire Diminta tidak Otak Atik SK Penempatan Guru P3K
NABIRE - Kepala sekolah SD Negeri/Inpres Bibiyeuto Distrik Siriwo, Leo Badii, S.Pd, meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nabire tidak lagi mengotak-atik Surat Keputusan (SK) penempatan para guru P3K yang pada menerima SK pada bulan Oktober 2024 lalu.

NABIRE - Kepala sekolah SD Negeri/Inpres Bibiyeuto Distrik Siriwo, Leo Badii, S.Pd, meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nabire tidak lagi mengotak-atik Surat Keputusan (SK) penempatan para guru P3K yang pada menerima SK pada bulan Oktober 2024 lalu.
Sebab, berdasarkan data dan informasi yang ditemui oleh Kepsek SD Negeri/Inpres Bibiyeuto, ada dua guru P3K yang ditugaskan sesuai SK penempatan di SD Negeri/Inpres Bibiyeuto, namun hingga saat ini kedua guru tersebut belum melaporkan diri dan juga belum ke tempat tugas sesuai SK penempatan.
Sesuai SK penempatan ada dua orang tenaga guru dari formasi P3K yang SK penempatannya di SD Negeri/Inpres Bibiyeuto Distrik Siriwo, tetapi sampai saat ini kedua guru belum melaporkan diri kepada kepala sekolah.
“Saya selaku kepala sekolah sudah meminta agar bertemua langsung dengan kedua guru tersebut,” demikian dikatakan Kepsek SD Negeri/Inpres Bibiyeuto Leo Badii, kepada Papuapos Nabire, Senin (20/1) di seputar halaman kantor Disdik Kabupaten Nabire seraya menambahkan, untuk SD Bibiyeuto sangat kekurangan tenaga guru, sehingga ada dua guru tersebut pihaknya sangat berterimakasih.
Untuk itu, selaku kepala sekolah meminta kepada pihak Disdik Nabire agar mengambil sikap tegas kepada kedua guru tersebut agar melaksanakan tugas sesuai SK penempatan, apabila kedua guru itu tidak melaksanakan tugas dan menerima haknya atau gajinya sesungguhnya ada apa di balik itu.
Karena sampai hari ini SD Negeri/Inpres Bibiyeuto hanya memiliki 3 guru, yakni dirinya selaku Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang juga kepala sekolah dan dibantu dua orang guru yang berstatus guru honorer.
“Saya minta agar jangan kedua guru diahlikan tugasnya ke sekolah lain, karena selaku kepala sekolah akan menelusuri keberadaan kedua guru tersebut,” ujarnya.
Sehingga ia Kembali meminta agar guru yang ada jangan dikurangi, tetapi harus ditambah, karena kebutuhan guru bagi kami sekolah-sekolah yang berada di daerah Teringgal, Terluar dan Terpencil (3T) sangat kurang.(des)
Bagikan artikel ini



