Disbudpar Akui Pantai Dok II Lebih Sering Dikunjungi Warga
Jayapura,- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Jayapura, Bernard Fingkreuw mengakui tempat wisata Pantai Hamadi dan Pantai Base G tidak memberikan jaminan kenyamanan bagi para pengunjung, sehingga hal itu mendorong masyarakat menjadikan Kursi Panjang (Kupang) pantai
Bagikan
Jayapura,- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Jayapura, Bernard Fingkreuw mengakui tempat wisata Pantai Hamadi dan Pantai Base G tidak memberikan jaminan kenyamanan bagi para pengunjung, sehingga hal itu mendorong masyarakat menjadikan Kursi Panjang (Kupang) pantai Kantor Gubernur sebagai tempat untuk mencari kenyamanan.
“ Seperti Pantai Hamadi dan Base G, tidak memberikan jaminan kenyamanan bagi pengunjung, kebanyakan warga lokal cari nyaman adalah di depan kantor Gubernur. Di sana aman dan nyaman plus tidak ada pungutan apa pun,” kata Bernard di Jayapura, Jumat pekan lalu. Walaupun nyaman bagi para pengunjung, kata Bernard, mutu air di situ belum jelas apakah memenuhi standart atau tidak. Dan walaupun Pantai Hamadi dan Base G merupakan tempat yang nyaman, namun adanya aturan – aturan dari pemilik hak ulayat tidak menjamin kualitas airnya masih cukup bagus. Dan untuk kenyaman bagi para pengunjung di dua pantai tersebut, kata Bernard, sejumlah program telah disiapkan untuk pembenahan – pembenahan tempat wisata tersebut.Kata dia, ada beberapa program dari pejabat sebelumnya akan dilanjutkan namun ada juga beberapa program yang terpaksa direvisi, bahkan diakui Bernard pihaknya sudah melakukan pendekatan – pendekatan dengan masyarakat pemilik hak ulayat untuk bekerjasama dalam pengelolaan pantai baik penataan, retribusi serta penyediaan fasilitas – fasilitas bagi para pengunjung. “ Tahun ini program di Pantai Hamadi kita utamakan untuk pembangunan panggung areal pentas daripada festival Teluk Humboldt, lagi dibangun sejumlah cottage dan toilet standar tempat wisata," jelasnya.Selain pantai, pihaknya juga melakukan pengembangan dan pembangunan sanggar budaya atau tari di masing – masing kampung yang ada di Kota Jayapura serta pembangunan satu buah rumah adat ondoafi Hamadi dari Tobati. Sambil melakukan pembenahan secara perlahan – lahan di sektor pariwisata, pihaknya telah mengirim 16 orang petugas untuk mempromosikan sektor wisata Kota Jayapura di Jakarta, dan hal yang sama juga akan dilakukan pada bulan Juni yaitu gelar budaya Papua dan Papua Barat di Jakarta.Laporan : Sari
Bagikan artikel ini



