Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Resmikan KUA Distrik Nabire
NABIRE – Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Mu
Bagikan
NABIRE – Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, S.Ag, Senin (15/7/2019) pagi atau 12 Dzulqa'dah 1440 Hijriah kemarin meresmikan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) Distrik Nabire. Selain meresmikan gedung tersebut, rombongan juga menyempatkan diri meninjau langsung rencana pembangunan Kantor Balai Zakat di Topo, Distrik Uwapa Kabupaten Nabire.Peresmian yang ditandai dengan penguntingan pita dan penandatanganan prasasti tersebut sebagai tanda mulai digunakannya gedung tersebut untuk kemaslahatan umat dan kepentingan masyarakat Nabire di bidang keagamaan. Pembangunan Gedung KUA Kecamatan Nabire ini sendiri dibiayai dari dana SBSN atau Surat Berharga Syariah Negara tahun anggaran 2018.Sebelum diresmikan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, yang dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kemenag Papua, Amsal Yowei, Wakil Bupati Nabire Amirullah Hasyim, sejumlah perwakilan Forkopimda Nabire, Kepala Kantor Kemenag Nabire Katrin dan sejumlah pejabat serta tamu undangan lainnya, prosesi peresmian usai dibuka dengan pembacaan kalam ilahi dilanjutkan sambutan-sambutan.Diawal sambutan dari Kepala Kantor Kemenag Nabire, Katrin, S.Ag. Dimana, Kakan Kemenag Nabire dalam sambutannya menceritakan sejarah singkat hadirnya KUA di Nabire hingga saat ini dan tak lupa pada kesempatan tersebut dirinya mengucapkan selamat datang kepada rombongan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI di Nabire.Dalam kesempatan tersebut, Katrin menyampaikan tiga usulan kedepan dalam perkembangan dan pelayanan dalam bidang keagaman di daerah ini. Dimulai dari usulan pemekaran, yakni pembangunan KUA pemekaran di SPA Lagari, Distrik Makimi dan usalan penambahan tenaga honorer di Kantor Kemenag Nabire.Sementara itu, mengawali sambutannya Kakanwil Kemenag Papua Pendeta Amsal Yowei mengucapkan selamat datang kepada Dirjen Bimas Islam Kemenag RI dan ucapan terima kasih telah memberikan kepercayaan kepada Kakanwil Kemenag papua dalam pembangunan Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Distrik Nabire tahun 2018.Perlu kami sampaikan, lanjut Kakanwil Kemenag Papua bahwa pembangunan Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Distrik Nabire tahun 2018 dibiayai oleh dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau biasa disebut Sukuk Negara yang merupakan surat berharga (obligasi) yang diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia berdasarkan prinsip syariah.“SBSN merupakan salah satu alternatif pembiayaan infrastruktur yang telah dilakukan sejak tahun 2013. Dan proyek-proyek yang dibiayai oleh SBSN ini adalah proyek-proyek prioritas pemerintah, lantaran manfaatnya diharapkan langsung dirasakan oleh masyarakat,” terang Amsal.Lanjut dikatakan Kakanwil Kemenag Papua, KUA kecamatan merupakan unit kerja Kemenag yang secara institusional berada paling depan dan menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat di bidang keagamaan. “KUA kecamatan memegang peranan penting sangat vital sebagai pelaksana hukum islam, khususnya berkenaan dengan perkawinan. Namun dalam perkembangannya sesuai kewenangan terbaru, KUA diberi tugas menyelenggarakan manasik haji sejumlah 8 kali pertemuan. Hal ini menandakan, peran KUA bukan lagi menangani perkawinan semata, tetapi juga berkepentingan menangani urusan per-Haji-an,” tandasnya. Ditambahkan Pendeta Yowei, Provinsi Papua memiliki 29 KUA yang tersebar di 14 Kementerian Agama kabupaten/kota, berarti dari 29 Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota tidak semua mempunyai KUA kecamatan atau distrik. Demikian ini menjadikan Papua spesial, lantaran di KUA yang ada di Papua tidak hanya melayani distrik, tetapi juga antar kabupaten, seperti KUA Distrik Nabire yang melayani Kabupaten Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai dan Intan Jaya.Oleh karena itu, imbuh Kakanwil Kemenag Papua pada kesempatan ini ijin pula kami sampaikan kepada Dirjen dan hal itu menjadi tugas berat dari Kanwil Kemenag Papua, yakni pertama bahwa dari 29 KUA masih terdapat 3 KUA yang belum memiliki gedung, sementara sewa seperti KUA Kecamatan Makimi di Nabire, Muara Tami di Kota Jayapura dan Kuala Kencana di Timika, Kabupaten Mimika.Kedua, pungkas Amsal Yowei, 2 usulan KUA baru alhamdulilah sudah disetujui oleh Subdit Kelembangaan KUA, yaitu Kabupaten Paniai dan Yahokimo, mudah-mudahan dapat direalisasikan dalam tahun 2019 ini.(wan)
Bagikan artikel ini



