DEIYAI – Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Tenaga Kerja terus memperkuat program peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. Berbagai langkah strategis dilakukan selama satu tahun terakhir, mulai dari pelatihan keterampilan kerja, pengembangan layanan ketenagakerjaan berbasis digital hingga penguatan perlindungan tenaga kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Deiyai, Ernest Kotouki, SE, menyampaikan sejak diberikan kepercayaan memimpin dinas tersebut, pihaknya fokus membangun sektor ketenagakerjaan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda Deiyai yang membutuhkan akses pekerjaan dan keterampilan kerja.

“Kami ingin anak-anak asli Deiyai memiliki kemampuan dan kesempatan kerja yang baik. Karena itu kami bergerak membangun kualitas SDM agar mampu bersaing dan mandiri,” ujar Ernest Kotouki di Waghete, Kamis (21/5/2026) lalu.

Sepanjang tahun 2025, Dinas Tenaga Kerja Deiyai telah mengirim sejumlah pemuda Deiyai mengikuti pelatihan otomotif di Jayapura, baik bidang perbaikan kendaraan roda dua maupun roda empat. Selain itu, pelatihan komputer juga diberikan guna meningkatkan kemampuan teknologi dan administrasi bagi para peserta.

Sebagai tindak lanjut dari program tersebut, Pemerintah Kabupaten Deiyai berencana membuka layanan bengkel kendaraan yang akan dikelola langsung oleh tenaga kerja asli Deiyai hasil pelatihan keterampilan.

“Ke depan kita ingin anak-anak Deiyai tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan melayani masyarakat di daerah sendiri,” ungkapnya.

Selain pengembangan keterampilan, Dinas Tenaga Kerja Deiyai juga tengah mempersiapkan implementasi Aplikasi Pasar Kerja dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Platform digital tersebut nantinya akan membantu masyarakat Deiyai memperoleh akses informasi lowongan kerja secara lebih mudah dan terbuka.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan perangkat komputer dan penguatan jaringan internet guna menunjang pelayanan ketenagakerjaan berbasis digital di Kabupaten Deiyai.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Deiyai juga terus mendorong keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal melalui kebijakan yang meminta seluruh perusahaan, kontraktor, perbankan, serta pelaku usaha di wilayah Deiyai memprioritaskan putra-putri asli Deiyai dalam proses perekrutan tenaga kerja.

Menurut Ernest Kotouki, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menekan angka pengangguran sekaligus memberdayakan generasi muda lokal agar memperoleh kesempatan yang sama dalam dunia kerja.

“Perusahaan dan pelaku usaha yang ada di Deiyai harus ikut mendukung pemberdayaan tenaga kerja lokal demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah,” tegasnya.

Selain itu, Dinas Tenaga Kerja juga terus mengoptimalkan program BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat. Hingga saat ini tercatat lebih dari 5.000 warga telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, dengan target peningkatan jumlah peserta setiap tahunnya.

Program tersebut dinilai sangat membantu masyarakat karena memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja dan jaminan kematian bagi para pekerja.

Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kabupaten Deiyai berharap pembangunan sektor ketenagakerjaan dapat berjalan lebih baik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta membuka peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda di Kabupaten Deiyai. (you)