Dinas Pertanian Puncak Salurkan Bibit Ternak dan Hortikultura
Program ini diarahkan untuk mendukung visi dan misi Bupati Puncak Elvis Tabuni dan Wakil Bupati Naftali Akawal dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

ILAGA — Upaya mendorong kemandirian pangan sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Puncak. Melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan, pemerintah kembali menyalurkan bantuan bibit ternak babi, tanaman hortikultura hingga bibit ikan mas kepada kelompok tani di sejumlah distrik.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Puncak, Viktor N. Pongsonggi, didampingi Kepala Bidang Peternakan Junita Tabuni, di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Puncak, Ilaga, Rabu (30/9/2026).
Program ini diarahkan untuk mendukung visi dan misi Bupati Puncak Elvis Tabuni dan Wakil Bupati Naftali Akawal dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian, peternakan dan perikanan.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa bibit ternak babi, tetapi juga berbagai jenis tanaman hortikultura seperti sayur-mayur, keladi dan nanas. Selain itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan juga menyalurkan bibit ikan mas kepada kelompok tani masyarakat.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Puncak Viktor N. Pongsonggi mengatakan, bantuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan semata, tetapi dapat dikembangkan masyarakat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.
“Besar harapan kami dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Puncak kepada masyarakat yang telah menerima bibit ternak dan sayur-mayur agar dapat dipergunakan dengan baik, dikembangbiakkan dan boleh dijual kembali,” ujar Viktor.
Menurutnya, penyaluran bibit ternak babi telah menjangkau sejumlah distrik, yakni Sinak, Sinak Barat, Beoga, Beoga Barat dan Ilaga Utara.
Viktor menegaskan, pengembangan ternak dan tanaman pangan oleh kelompok masyarakat diharapkan dapat memperkuat ketersediaan pangan sekaligus memberikan peluang ekonomi baru bagi keluarga penerima bantuan.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Puncak, Junita Tabuni, mengapresiasi masyarakat Distrik Ilaga Utara yang tertib mengikuti proses pembagian bantuan ternak.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Distrik Ilaga Utara yang pada hari ini mendapat giliran pembagian ternak karena telah tertib dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama proses pembagian ternak babi,” katanya.
Junita menjelaskan, penyaluran untuk Distrik Ilaga Utara dilakukan lebih awal. Selanjutnya, penyaluran kepada masyarakat di Distrik Ilaga direncanakan berlangsung pada hari berikutnya dengan mempertimbangkan kondisi cuaca.
“Hari ini Ilaga Utara mendapatkan penyaluran lebih awal dan rencananya besok Ilaga akan kembali disalurkan jika tidak ada kendala cuaca sehingga ternak bisa diangkut ke Ilaga,” tambahnya.
Hortikultura dan Perikanan
Selain bantuan ternak, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Puncak sebelumnya juga telah menyalurkan berbagai jenis bibit hortikultura melalui bidang PKH dan Perikanan.
Penyaluran bibit sayur-mayur dilakukan pada 7, 24, 25 dan 28 September 2026 kepada kelompok tani di Distrik Ilaga, Gome, Gome Utara dan Omukia.
Jenis bibit yang dibagikan cukup beragam, antara lain sawi, wortel, kol, bayam, buncis, tomat dan lombok. Kelompok tani juga mendapatkan sejumlah peralatan pertanian sederhana seperti sekop, parang dan linggis untuk mendukung proses penanaman dan pemeliharaan tanaman.
Sementara untuk sektor perikanan, bibit ikan mas disalurkan kepada kelompok tani di Distrik Ilaga, Omukia dan Gome.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, tetapi juga menghasilkan komoditas yang dapat dipasarkan sehingga memberikan tambahan pendapatan.
Program penyaluran bibit ternak babi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemulihan sektor peternakan masyarakat Puncak setelah terdampak wabah African Swine Fever (ASF) atau demam babi.
Dengan kembali tersedianya bibit ternak, pemerintah berharap populasi ternak masyarakat dapat dipulihkan secara bertahap dan dikembangkan menjadi salah satu sumber ekonomi keluarga. (ist)
Bagikan artikel ini



