Dinas Pertanian Nabire Salurkan Sejumlah Bantuan Bagi Petani OAP
NABIRE - Melalui sumber dana Otsus, Dana Alokasi Khusus (DAK) dan sumber Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2023, Dinas Pertanian Kabupaten Nabire menyalurkan bantuan peralatan mesin, pupuk, sayuran serta bibit tanaman holtikultura bagi 87 petani Orang Asli Papua (OAP), Kamis (30/11/23) di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Nabire. Bantuan kepada para petani OAP diserahkan oleh Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si.

NABIRE - Melalui sumber dana Otsus, Dana Alokasi Khusus (DAK) dan sumber Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2023, Dinas Pertanian Kabupaten Nabire menyalurkan bantuan peralatan mesin, pupuk, sayuran serta bibit tanaman holtikultura bagi 87 petani Orang Asli Papua (OAP), Kamis (30/11/23) di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Nabire. Bantuan kepada para petani OAP diserahkan oleh Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si.
Dikatakan Bupati Mesak Magai, setelah menerima bantuan ini, kedepan diharapkan seluruh lahan milik 87 petani OAP harus dibuka. Sebagai orang Papua diharapkan tidak hanya ada satu lahan. Tetapi ada tiga lahan yaitu lahan pekarangan, lahan usaha satu dan juga lahan usaha dua.
“Selaku pribadi yang lahir dan besar di Kabupaten Nabire, saya tahu persis kondisi Nabire di masa lalu dan saat ini. Sehingga untuk mewujudkan Nabire Hebat itu sesungguhnya tergantung pada seluruh masyarakat Kabupaten Nabire. Untuk itu saya mengajak semua petani wujudkan Nabire Hebat melalu bidang pertanian,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, pada petengahan tahun 1990-an hingga awal tahun 2000-an telah terjadi krisis moneter di negara ini. Namun di Kabupaten Nabire tidak. Sebab daun singkong yang tidak ditanam saja bisa panen dan diolah sebagai makanan bagi semua masyarakat.
“Marilah kita olah tanah yang kaya dan subur ini demi kehidupan kita,” tambahnya.
Dirinya itu selaku pimpinan di daerah ini mengajak para petani OAP untuk selalu semangat. Karena saat ini Kabupaten Nabire menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengah. Maka dengan semangat para petani itu kita menjadikan Nabire sebagai lumbung pangan di wilayah Provinsi Papua Tengah. Dan kita pula yang menyuplai makanan hasil pertanian ke beberapa kabupaten tetangga.
Lanjut dia, persoalan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Nabire untuk saat ini terus meningkat. Sehingga bagi orang asli Papua yang ingin berbisnis diharapkan untuk dapat menggunakan sarana tol laut yang disediakan oleh pemerintah. Agar masyarakat tidak lagi mengeluh soal kenaikan harga Sembako maupun bahan bangunan lainnya.
Sementara ada informasi lain dari petani yang selalu mengeluh soal pupuk bersubsidi yang katanya mahal. Berdasarkan laporan dari Dinas Pertanian Kabupaten Nabire untuk saat ini pupuk di Nabire surplus. Dan kepada orang asli Papua Nabire tidak lagi membeli sayur, tetapi manfaatkan lahan pekarangan atau kebun untuk menanam sayur.
“Apabila ada orang Papua Nabire yang dapat membeli sayur, maka yang bersangkutan menyangkal dirinya sebanagi orang Papua Nabire. Sehingga kedepan para petani harus terus berjuang lewat hasil pertanian, Karena dari hasil itu saudara juga bisa menjadi tuan di atas negerinya sendiri,” ajak Mesak.(des)
Bagikan artikel ini


