NABIRE - Bertempat di aula Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nabire, Senin (24/2), dilakukan temu koordinasi aparat kampung, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Pengawas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) serta Pengawas Benih Tanaman (PBT). Kegiatan ini dipimpin Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nabire, Ir. Abu Bakar. Pertemuan koordinasi bertujuan mempersiapkan pelaksanaan Sekolah Lapang Tanaman Terpadu (SL-PTT) tanaman pangan tahun 2014. Ada 4 komoditi SL-PTT yakni padi seluas 900 Ha yang tersebar di 3 distrik dan 5 kampung masing-masing Distrik Nabire Barat 2 kampung, Distrik Wanggar 1 kampung dan Distrik Makimi 2 kampung.Sementara SL-PTT untuk komoditi kedalai seluas 500 Ha yang tersebar di 3 distrik dan 4 kampung masing-masing Distrik Nabire Barat di Kampung Bumi Raya dan Kampung Kalisemen, Distrik Makimi di Kampung Lagari Jaya, Kampung Biha dan Kampung Manunggal Jaya serta Distrik Wanggar di Kampung Wiraska.Selain itu, SL-PTT untuk komoditi jagung sebanyak 100 Ha yang tersebar di 3 distrik masing-masing Distrik Teluk Kimi di Kampung Nusantara Kimi, Kampung Lany dan Kampung Sanoba, Distrik Makimi hanya satu kampung yakni Kampung Manunggal Jaya dan Distrik Nabire Barat di Kampung Kalisemen dan Kampung Bumi Raya.Dan juga koordinasi untuk pengembangan ubi jalar sebanyak 100 Ha yang meliputi Distrik Teluk Kimi yang dapat dikembangkan di Kampung Sanoba, Kampung Waharia dan Kampung Lany. Untuk Distrik Nabire Barat dikembangkan ubi jalar di Kampung Kalisemen dan Distrik Wanggar dikembangkan ubi jalar di Kampung Kaladiri dan Kampung Wanggar Makmur.      Pertemuan ini untuk menyamakan presepsi dan menyamakan langkah melaksanakan kegiatan SL-PTT tanaman pangan. Agar berjalan sesuai harapan bersama untuk meningkatkan produksi tanaman pangan. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan membawa masyarakat ke pintu kesejahteraan lewat hasil pertanian yang di peroleh setiap musim tanam.(des)