NABIRE - Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah secara resmi memulai langkah perbaikan fasilitas lampu lalu lintas (traffic light) di sejumlah titik strategis di Kabupaten Nabire pada Selasa, (14/04/2026). Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk memulihkan ketertiban jalan raya pascaterjadinya kerusakan teknis. 

Kepala Dinas Perhubungan Papua Tengah, Ewonggen Kokoya, menegaskan perbaikan ini merupakan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang optimal dan menjamin kenyamanan bagi para pengguna jalan di wilayah tersebut.

Sejauh ini, tim teknis telah berhasil menormalkan kembali traffic light di area Tugu Cenderawasih dan Perempatan Kusuma. Sementara itu, pengerjaan di titik lain seperti depan RSUD Nabire dan perempatan Jalan Jakarta dijadwalkan rampung dalam minggu ini. 

Namun, untuk beberapa titik lainnya, perbaikan sedikit terkendala karena komponen cadangan yang dibutuhkan harus dipesan terlebih dahulu dari Pulau Jawa akibat ketiadaan stok suku cadang di pasar lokal Nabire.

Ewonggen membeberkan, bahwa sebenarnya pihak dinas telah melakukan pemeliharaan rutin menjelang hari raya Lebaran yang lalu. Sayangnya, kondisi alam menjadi tantangan tersendiri ketika fenomena cuaca ekstrem berupa sambaran petir hebat terjadi satu minggu setelah perbaikan awal dilakukan. 

Sambaran petir tersebut mengakibatkan kerusakan sistemik pada komponen elektronik di banyak titik lampu lalu lintas secara bersamaan. Keterlambatan perbaikan yang sempat dirasakan masyarakat dijelaskan bukan karena adanya pembiaran, melainkan karena kendala waktu dan logistik. Kejadian alam tersebut bertepatan dengan masa libur panjang, sehingga proses pengadaan alat dari luar daerah mengalami hambatan operasional. Dinas Perhubungan memastikan bahwa segera setelah peralatan tiba, tim langsung diturunkan ke lapangan untuk melakukan instalasi ulang.

Melalui langkah perbaikan intensif ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap tingkat kecelakaan lalu lintas dapat ditekan seminimal mungkin. Kondisi lampu jalan yang berfungsi dengan baik diharapkan mampu mengatur ritme kendaraan, baik roda dua, roda tiga maupun roda empat, sehingga meminimalisir risiko benturan di persimpangan jalan yang selama ini menjadi titik rawan selama masa kerusakan.

Lanjutnya, normalisasi akses jalan ini dipandang sangat krusial untuk menciptakan mobilitas warga yang efektif dan teratur di jantung Kabupaten Nabire. 

Ewonggen menekankan bahwa ketertiban lalu lintas adalah cermin dari kemajuan daerah, sehingga fungsi lampu lalu lintas harus dipastikan tetap berjalan normal demi keselamatan bersama dan mencegah terjadinya kesemrawutan yang membahayakan nyawa masyarakat.

Sebagai langkah antisipatif di masa depan, Dinas Perhubungan Papua Tengah berencana melakukan inovasi dengan memasang sistem anti-petir di setiap instalasi traffic light. 

Upaya ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar kerusakan serupa tidak terulang kembali saat cuaca buruk melanda. Dengan adanya perbaikan dan proteksi tambahan ini, diharapkan keselamatan transportasi di Nabire semakin meningkat dan masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah melalui fasilitas publik yang handal.(amd)