Dinas Pendidikan Sosialisasi Kurikulum Merdeka Belajar
DEIYAI - Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Pendidikan sebagai dinas teknis, melaksanakan sosialisasi kurikulum Merdeka Belajar bagi guru-guru PAUD/TK, SD, SMP dan SMA/SMK sekabupaten Deiyai, selama dua hari, terhitung 25 hingga 26 Juni 2025, bertempat di Aula Sekwan Tigido, Waghete Deiyai, Provinsi Papua Tengah.

DEIYAI - Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Pendidikan sebagai dinas teknis, melaksanakan sosialisasi kurikulum Merdeka Belajar bagi guru-guru PAUD/TK, SD, SMP dan SMA/SMK sekabupaten Deiyai, selama dua hari, terhitung 25 hingga 26 Juni 2025, bertempat di Aula Sekwan Tigido, Waghete Deiyai, Provinsi Papua Tengah.
Kegiatan sosialisasi ini dibuka Bupati Deiyai, Melkianus Mote, dihadiri sebagai peserta para guru dengan menghadirkan narasumber dari lokal dan pusat.
Dalam sambutannya, Bupati Deiyai, Melkianus Mote menyampaikan, sistem belajar bagi para anak didik di setiap jenjang pendidikan, sangat bedah dengan sistem belajar dulu. Sesuai kebijakan pemerintah pusat melalui kementerian pendidikan, sistem pembelajaran baru yang telah diterapkan dengan sistem Pendidikan Kurikulum Merdeka Belajar bagi para siswa. Artinya, para siswa bebas belajar dimana siswa berada dapat dipelajari di sekitarnya di mana siswa itu berada. Untuk itu, mengingat pentingnya sistem pembelajaran bagi para siswa, sangat penting bagi para guru untuk lebih mendalam tentang kurikulum merdeka belajar bagi para siswa agar para guru lebih memahami dan mendalam pengetahuannya dengan baik.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para guru, karena melalui kegiatan ini pasti para guru akan lebih mendalami bagaimana cara membuat kurikulim merdeka belajar dan pola belajar serta pola mengajar di sekolah," katanya.
Dirinya menyakini, setelah mengikuti legiatan sosialisasi para guru mampu menyusun kurikulum merdeka belajar dan juga mampu menjalankan tugasnya, teritama dalam menyusun kurikulumnya.
Bupati juga menegaskan, bagi para kepala sekolah di semua jenjang pendidikan yang salah mengunakan dana BOS akan ditindak tegas, dengan sangsi akan digantikan orang lain,untuk menjabat sebagai kepala sekolah. tapi kalau para kepala sekolah yang di kelolah dan Bos dengan baik, tidak akan digantikan.

Untuk itu, Bupati mengharapkan para kepala sekolah, dapat mengelola dana BOS dengan baik sesuai petunjuk pengelolaannya yang tepat sasaran sesuai kebutuhan di sekolah dan menjalankan tugasnya dengan baik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Deiyai, Fabianus Mote, menambahkan, kegiatan sosialisasi ini telah berlangsung selama dua hari dengan baik, lancar sampai di hari terakhir.
"Apapun materi yang diperoleh para guru tentang cara menyusun kurikulum dan lainnya, telah pelajari dan pahami dengan baik, para guru sebagai peserta sosialisasi. Sehingga saya yakin, para guru TK/PAUD sampai pada SMA, SMK yang ada di Deiyai, mampu implementasikan dan menjalankan sesuai tugasnya sebagai tenaga pendidik di Deiyai," katanya.
Sementara itu, salah seorang ASN, Nikolaos Mote menanggapi, pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut. Dia menuturkan, selain pengelolahan dana BOS dengan baik, perlu juga memperhatikan dana-dana lain, yang dapat meningkatkan kesejahteraan para guru, diantaranya dana TPP, ULP bagi guru maupun ASN di OPD lainnya juga.
"Saya dukung dan salut atas kebijakan bupati tentang TPP, ULP bagi para ASN yang akan terima per bulan nanti, karena melalui dana TPP, ULP, para guru juga akan menikmati untuk pemenuhan kebutuhannya, sehingga akan menunjang dalam menjalani tugasnya," katanya.(hbb)
Bagikan artikel ini



