NABIRE – Dinas Pendidikan Kabupaten Dogiyai diminta turun ke lapangan dan meninjau kondisi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Mapia di Bomomani. Karena, dua tahun ajaran ini, SMP tersebut terlantar dan mulai ditutupi rerumputan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai, Yoseph Minai di Nabire akhir pekan lalu mengatakan SMP Negeri 1 Mapia kini terlantar, Karena, siswa/i tidak sekolah di gedung SMP sehingga sekolah mulai ditutupi dengan rerumputan.

Minai mengatakan, sekolahnya tidak ditutup tetapi sejak adanya aksi pemalangan gedung sekolah, siswa/i belajar di gedung SD Negeri Bomomani. Anak-anak sekolah pagi hari dan SMP masuk sekolah siang selama dua tahun terakhir ini.

Oleh sebab itu, legislator meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Dogiyai tidak diam di kantor tetapi turun ker lapangan dan meninjau kondisi SMP Negeri 1 Mapia. Karena, sekolah yang berada di dekat jalan Trans Papua ini bias terlantar dan anak-anak SMP sekolah di gedung SD.

Ketika ditanya terlantarnya sekolah tersebut, Minai menjelaskan, sesuai keterangan yang diperoleh, SMP Negeri pertama di wilayah Mapia ini terlantar usai dipalang oleh salah seorang guru honorer di sekolah tersebut setelah gagal lolos sebagai calon aparatur sipil negera (ASN) dan menuntut dirinya diangkat sebagai kepala SMP.

Legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini sesalkan terlantarnya sekolah tersebut. Karena, dari SMP tertua di kawasan dataran Mapia ini juga telah berjasa menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di daerah itu. Sebab, sebagian pejabat dan ASN di Kabupaten merupakan jebolan dari SMP Negeri Mapia. (ans)