NABIRE – Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire bingung mau pakai dari sumber mana untuk membangun pagar di setiap sekolah. Sementara, bangunan sekolah rawan pencurian dan pengrusakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Viktor Tebay di depan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten saat hearling anggota dewan dengan Dinas Pendidikan di Aula Dinas, Jumat (19/1) mengatakan gedung sekolah yang ada perlu diamankan dengan pagar tetapi dinas bingung mau pakai dana apa. Karena, dana Otsus dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak bisa, kecuali dengan Dana Alokasi Umum (DAU). Tetapi, kata Tebay, kalaupun Dinas Pendidikan mengusulkan kegiatan pagar sekolah, selalu dicoret. Ini ada tiga tempat yang seleksi program, Bappeda, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan pemerintah provinsi. “Kami tidak tahu, dicoret dimana,” tuturnya. Menurut Viktor, sekolah ini rawan dimasuki orang, ketika tidak ada kegiatan sekolah, mulai dari orang mabuk, orang dewasa, pacaran di halaman sekolah dan pengrusakan sehingga sekolah tidak aman. Mau amankan dengan pagar, bingung, pakai dana dari mana untuk mengamankan aset pemerintah ini. Menanggapi hal ini, Ketua Kelompok Gabungan Komisi, Udin Mardin mengatakan, kesulitan yang dihadapi Dinas Pendidikan akan dibahas bersama dalam sidang dengan eksekutif. Menjadi tugas Gabungan Komisi untuk memperjuangkan beberapa aspirasi yang disampaikan Dinas Pendidikan dalam kegiatan hearling. Karena, hearling DPRD ini bukan untuk mencari kelemahan mitra tetapi untuk diskusi, saling tukar pikiran.(ans)