NABIRE - Dalam upaya menekan angka stunting di Kabupaten Nabire, Dinas Ketahanan Pangan telah melakukan intervensi di empat Puskesmas. Program ini menyasar ibu hamil dan anak Balita dengan memberikan bantuan Sembako secara berkala.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, diwakili Agus Suwanto selaku Kepala Seksi Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan mengatakan, pemberian Sembako ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan asupan gizi ibu hamil dan anak balita.

Makanan bergizi sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan pemberian Sembako ini kita berharap dapat mengurangi kasus stunting, ujar Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (05/12/2024).

Empat Puskesmas yang menjadi sasaran intervensi ini diantaranya, Puskesmas Samabusa, Puskesmas Karang Mulia, Puskesmas Karadiri dan Puskesmas Kalisemen. Keempat Puskesmas yang sudah menjadi sasaran program ini. Pemilihan keempat Puskesmas tersebut didasarkan pada data prevalensi stunting.

Agus menambahkan, intervensi ini merupakan salah satu langkah strategis untuk mengatasi masalah gizi buruk pada anak. "Pemberian Sembako diharapkan dapat meningkatkan asupan nutrisi ibu dan anak, sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak dapat optimal," ucapnya.

Kami bekerja sama dengan kader Posyandu dan bidan desa untuk melakukan pendataan dan pembagian Sembako. Sembako yang diberikan berupa beras, telur, bawang merah, bawang putih, minyak goreng dan gula," jelasnya.

Agus menjelaskan, pemberian Sembako merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan asupan gizi ibu hamil dan menyusui serta balita. "Dengan asupan gizi yang cukup, diharapkan dapat mencegah dan mengurangi kasus stunting," ujarnya.

Diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Nabire. Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya ibu hamil dan anak Balita, pungkasnya.(sam)