NABIRE - Dimasa pandemi Covid-19 diharapkan dapat mengembangkan tiga hal penting, yakni Karakter, Kopetensi dan Literasi.

Karena dimasa pandemi virus corona semua kegiatan belajar di sekolah mengalami terganggu.

Untuk itu, sebagai tenaga pendidikan dan kependidikan dimasa Covid-19 dituntut untuk memiliki kompetensi dalam kegiatan pembelajaran yang mau tidak mau harus melakasanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring atu online.

Sehingga, SMPN 5 Nabire pada dua hari ini akan melaksanakan kegiatan workshop guna menyusun pembelajaran secara daring yang akan diterapkan di sekolah, hal ini berkaitan dengan penetapan Kabupaten Nabire sebagai zona kuning dimasa Covid-19.

Demikian dikatakana Kepala SMP Negeri 5 Nabire Nastiti Kristyani, S.Pd.,MM, saat memberikan sambutan pada Pembukaan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru tentang Pembelajaran Daring dan Revisi Kurikulum Dimasa Pandemi, Senin (20/7) kemarin.

Lanjut dikatakan, masih dalam zona kuning dan nantinya Nabire masuk zona hijau kita akan melaksanakan KBM secara offline/ tatap muka dengan tetap mematuhi protocol kesehatan, dimana guru hingga semua murid juga gunakan masker dan wajib mencuci tangan.

Namun, pembelajaran secara daring ini pasti akan mengalami kendala, karena tidak semua peserta dapat memiliki Handphone (HP) android, sehingga solusinya guru  memberikan tugas kepada anak dan diawasi oleh orang tua di rumah.

Untuk itu, pada dua hari ini ada 42 guru dapat mengikuti workshop  menyusun pembelajaran daring dan juga akan merevisi kurikulim di SMPN 5 Nabire.

Sebab, menurut Menteri Pendidikan RI, kurikulum akan selalu mengalami perubahan dan direvisi dari tahun ke tahun, bahkan juga dikatakan akan mengalami perkembangan.(des)