SUGAPA – Sebelumnya, pelaksanaan Pilkada Kabupaten Intan Jaya dikhawatirkan tidak berjalan dengan baik alias rawan. Namun akhirnya pesta demokrasi di kabupaten pegunungan ini bisa berjalan dengan lancar. Menanggapi hal ini, Ketua KPU Intan Jaya, Linus Tabuni merasa bangga karena warga Kabupaten Intan Jaya sudah sadar dan demokratis sehingga Pilkada berjalan lancar. Linus Tabuni sangat mengapresiasi semua pihak, baik warga masyarakat Kabupaten Intan Jaya, pihak keamanan TNI/Polri, para penyelenggara Pilkada dari tingkat kampung hingga kabupaten, dan masing-masing pasangan calon beserta tim suksesnya.Ditambahkan, pihaknya telah membentuk tim penjemputan logistik yang terdiri dari KPU dan Panwas Intan Jaya, TNI/Polri, serta saksi dari masing-masing kandidat, untuk melakukan penarikan logistik pada tanggal 18 Februari 2017.*Pantauan Udara Pilkada Intan JayaPelaksanaan Pilkada di Kabupaten Intan Jaya, mendapat pengamanan dari 145 orang personil Polres Paniai dibackup oleh 100 personil dari TNI. Kapolres Paniai, AKBP Leonardus Nabu bersama Pamatwil Polda Papua Wilayah Intan Jaya, Kombespol Janus P. Siregar, S.Ik, Dandim 1705/Paniai Letkol. Inf. J. H. Simatupang, Ketua KPU Intan Jaya, Linus Tabuni, dan Ketua Panwaslu Intan Jaya, Yulius Wandagau melaksanakan pemantauan pungut suara pada distrik–distrik yang tidak bisa dijangakau kendaraan darat. Pemantauan dilakukan dengan menggunakan Helikopter jenis PK-USA, Rabu (15/2) lalu.Menurut Kapolres Paniai, pemantauan dengan jalur udara lebih tepat dan cepat untuk memastikan pelaksanaan pemungutan suara pada Pilkada Kabupaten Intan Jaya tahun 2017 berjalan aman dan lancar.“Pemantauan dengan jalur udara lebih cepat untuk menjangkau daerah terpencil dan tidak memakan waktu lama,” kata Kapolres.Kapolres Paniai juga menambahkan, di TPS-TPS pada masing–masing distrik telah menempatkan personilnya untuk mengamankan jalannya pemungutan suara.“Personil juga telah saya tempatkan di semua distrik dan TPS bekerjasama dengan pihak TNI untuk melaksanakan pengamanan. Para personil yang melaksanakan pengamanan telah dipersiapkan jauh-jauh hari dengan memberikan materi pelatihan simulasi pengamanan TPS yakni Pra Operasi Mantap Praja Matoa 2017. Sehingga personil yang melaksanakan tugas mengetahui cara bertindak di lapangan,” pungkasnya.Sekedar informasi, pemungutan suara dilakukan pada 185 TPS yang tersebar di 8 distrik, dengan sebaran DPT sebanyak 79.337 jiwa. Dengan rincian, Distrik Agisiga sebanyak 19 TPS, Biandoga sebanyak 33 TPS, Hitadipa sebanyak 23 TPS, Homeyo sebanyak 34 TPS, Sugapa sebanyak 43 TPS, Tomosiga sebanyak 9 TPS, Ugimba sebanyak 6 TPS, dan Distrik Wandai sebanyak 18 TPS. (ros)