Di Puskesmas dan 2 Pustu Suksel Tanpa Tenaga Medis
NABIRE - Perintis agama di daerah Adaku, Pewarta Yosep Butu mengakui, bulan Januari hingga saat ini, tenaga medis tidak berada di tempat tugas pada 1 Puskesmas dan 2 Pustu di wilayah Distrik Sukikai Selatan (Suksel). Hal ini menjadi pasien hambatan utama dalam pelayanan kes
Bagikan
NABIRE - Perintis agama di daerah Adaku, Pewarta Yosep Butu mengakui, bulan Januari hingga saat ini, tenaga medis tidak berada di tempat tugas pada 1 Puskesmas dan 2 Pustu di wilayah Distrik Sukikai Selatan (Suksel). Hal ini menjadi pasien hambatan utama dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat .
Ada masyarakat 4 kampung 5 dusun se-Distrik Sukikai Selatan yang mengatakan, petugas kesehatan sudah sekian bulan tidak melayani masyarakat. Hal ini tentunya menjadi tugas dari pemerintah Kabupaten Dogiyai dan juga Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai untuk mencarikan solusinya. “Selama kurun waktu beberapa bulan bahkan tahun petugas tenaga medis yang pemerintah Dogiyai percayakan untuk melayani masyarakat Puskesmas maupun Pustu hanya tinggal bangunan saja. Puskesmas dan dua Pustu itu pemerintah Dogiyai melalui dinas terkait sudah memberikan mandat kepada tenaga medis diperintahkan melayani masyarakat di daerah disana atau belum tegasnya ?” katanya kepada media ini, Sabtu (3/5) di kediamannya. Bulan Januari hingga bulan April penyakit yang diderita masyarakat meliputi malaria, rematik, sakit perut, sakit tulang belakang, panas dan sakit kepala akhirnya ada yang hampir meninggal. Obat-obatan yang ada di Puskesmas Unito, Pustu Bidau dan Digiyou sudah lama dan ada yang sudah kadaluarsa. Terhadap obat-obatan yang sudah kadaluarsa apakah Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai ini akan mengubur atau akan mengambil kembali.Masyarakat se-Distrik Sukikai Selatan baik di Dusun Wotai, Digiyou, Bidau, Tinage, Kampung Iyaro, Kampung Saikenau, Kampung Wigoumakida dan Kampung Unito masyarakat kenah penyakit yang sama.“Kita butuh tenaga medis yang sudah ditugaskan di daerah itu bekerja di tempat tugas untuk melayani pasien. Coba bayangkan saja kita ada satu Puskesmas dan dua Pustu ada petugas yang sudah ditugaskan tidak melayani para pasien atau masyarakat yang ada disana,” tuturnya.Kedepan pihaknya minta agar pemerintah melalui dinas terkait memberikan bantuan dan dukungan mengontrol ke daerah-daerah terpencil. Jika pemerintah ingin pelayanan kesehatan di wilayah Puskesmas Sukikai Selatan dan 2 Pustu ini berjalan sesuai harapan semua pihak.Karena sejauh ini ada petugas Puskesmas, dan Pustu, tetapi bagaimana mungkin pelayanan kesehatan bisa jalan, karena petugas tidak melayani pasien dananya cukup besar dari mana. Untuk itu, selaku perintis agama mengharapkan kepada Bupati Dogiyai bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai agar melihat dan menjawab apa yang menjadi kendala selama ini. Agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Puskesmas Unito, Pustu Bidau dan Pustu Digiyou ini bisa berjalan.Sebab medan cukup sulit untuk menjangkau kampung atau Puskesmas ke satu Pustu ke Pustu yang cukup jauh maka petugas tenaga medis yang ditugaskan itu melayani masyarakat di tempat tugasnya bukan tempat tugasnya di Dogiyai atau Nabire. Tidak mungkin masyarakat harus hidup sehat terus, karena pemerintah digaji itu bukan cuma-cuma tetapi melayani masyarakat di tempat tugas. (modes)
Bagikan artikel ini



