NABIRE - Di Nabire tidak terkena dampak Bahan Bakar Minyak (BBM) oplosan. Menurut informasi yang didapat media ini melalui Pertamina Nabire, yakni dari Supervisor Seles Manager (SBM) Pertamina Nabire, Wira, melalui pesan WhatsApp, pada pukul 09:46 WIT, bahwa BBM yang ada di Nabire tidak terkena dampak oplos.

“Dan produk yang dijual memang Pertamax, sesuai dengan spesifikasi,” tulisnya melalui WhatsApp (WA), Rabu (26/02/2025) kemarin.

Bagaimana cara mengetahui bahwa BBM yang digunakan itu benar-benar Pertamax?, namun jawaban dari pihak Pertamina belum ada, sehingga mengganggu lanjutan terkait sedang maraknya BBM oplos yang ada di daerah Jakarta, dan apakah berdampak hingga wilayah Papua?

Dari pernyataan pertamina Patra Niaga, melalui Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari menyampaikan, BBM Pertamax yang dijual di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Indonesia telah memenuhi spesifikasi Migas.

Heppy Wulan menjelaskan, keterangan bahwa BBM ini sudah sesuai spesifikasi. Bahwa itu Pertamax asli dan bukan oplosan. “Pertamina pastikan Pertamax yang beredar saat ini sesuai spesifikasi, bukan campuran Pertalite,” ucapnya seperti dikutip di laman media Kompas.

Adapun dari dokumen, dilansir dari Pertamina berjudul ‘Spesifikasi Produk BBM, BBN dan LPG’, spesifikasi BBM Pertamina telah diatur dalam SK Dirjen Migas Nomor: 179.K/10/DJM.S/2019.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari menyampaikan, BBM Pertamax yang dijual di SPBU di Indonesia telah memenuhi spesifikasi Migas. “Pertamax yang dijual sudah sesuai dengan spek Migas untuk produk dengan RON 92,” kata Heppy, Selasa (25/2/2025).

Pernyataan ini muncul seiring terungkapnya dugaan kasus korupsi yang menyeret Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan (RS). RS diduga melakukan pembayaran produk kilang untuk RON 92 (Pertamax), tetapi BBM yang dibeli adalah jenis RON 90.(feb/ist)