Di Era Pandemi Covid, Pihak Sekolah Diminta Kurangi Biaya Pendidikan
NABIRE - Menghadapi kondisi wabah Covid-19 atau Pandemi Corona yang telah melanda negeri ini sudah 2 tahun lebih, pihak sekolah diminta meng
NABIRE - Menghadapi kondisi wabah Covid-19 atau Pandemi Corona yang telah melanda negeri ini sudah 2 tahun lebih, pihak sekolah diminta mengurangi biaya–biaya pendidikan yang selama ini masih ada.
Misalnya biaya pendidikan awal masuk sekolah atau biaya pendaftaran murid baru, biaya SPP dan juga biaya komite. Sebab guru saja sudah terasa persoalan ekonomi, apalagi dengan masyarakat.
Menanggapi keluhan masyarakat yang terjadi di dua tahun pelajaran ini, Kepala Dinas Pendidikan Nabire bertekad dalam waktu dekat akan mengadakan rapat bersama seluruh pimpinan yayasan dan sekolah swasta yang ada di daerah ini.
“Kita tidak ingin soal dana atau biaya ada anak usia sekolah yang terpaksa harus putus sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd, M.Pd kepada Papuapos Nabire, Selasa (4/5/21).
Untuk itu sepanjang adanya Pendemi Covid-19, selaku kepala dinas meminta agar seluruh biaya mulai dari biaya pendaftaran murid baru, biaya SPP dan juga biaya komite di semua jenjang satuan pendidikan dapat dikurangi. Sebab mulai tahun pelajaran 2021/2022 dana pendidikan yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mengalami peningkatan dari jenjang pendidikan SD, SMP, SMA dan juga SMK.
Misalnya untuk pendidikan SD yang awalnya biaya BOS per anak Rp. 900.000 per anak kini dinaikan menjadi Rp. 1.390.000 per anak. Sementara untuk anak SMP/MTs awalnya per anak Rp. 1.000.000, kini dinaikan menjadi Rp. 1.730.000 per anak.
Sedangkan bagi jenjang pendidikan SMA yang awalnya Rp. 1.500.000 per anak kini dinaikan menjadi Rp 2.350.000 per anak. Sementara bagi murid SMK awalnya Rp. 1.600.000 per anak kini dinaikan menjadi Rp. 2.500.000 per anak. (des)
Bagikan artikel ini



