NABIRE - Dua orang staf Dinas Perkebunan Provinsi Papua yang hadir di Kabupaten Nabire, Susana Aibini Ramandey, SP dan Erytha C. Manuhua, SP sekaligus sebagai penyaji materi pelatihan pengembangan tanaman sagu 100 hektar dan perluasan 50 hektar tanaman sagu di Kampung Makimi, Distrik Makimi.   Dalam kegiatan pelatihan lebih cenderung kedua penyaji ini menggunakan pola Pendidikan Orang Desawa (POD). Karena dengan pola POD para petani lebih cepat menangkap materi yang disampaikan keduanya. Para petani dibagi dalam dinamika kelompok dan penyajian materipun dalam bentuk simulasi dan ilustrasi menggunakan media gambar. Karena dengan menggunakan pola POD semua materi yang disampaikan akan memberikan makna atau pengetahuan bagi para petani sagu yang ada di Kampung Makimi. Yang diharapkan kelak akan ditetapkan melalui pola tanam perluasan areal tanaman sagu dan pola pengembangan pada luasan tanah dan hutan sagu yang telah diserahkan masyarakat adat untuk dijadikan kawasan perkebunan sagu. “Dari tiga hari pelatihan, dua hari pemberian materi dalam ruangan. Tetapi hari terakhir akan dilakukan kegiatan praktek lapangan. Petani ditunjuk pola tanam dan pola merawat yang baik serta pemilihan bibit yang unggul serta pola pengaturan jarak tanam,” kata Susana Aibini Ramandey, SP dan Erlytha C. Manuhua, SP kepada Papuapos, Nabire Kamis (28/8) di seputar Pantai Nabire. Yang perlu dipahami, pola penyaji materi POD yang dilakukan pada kegiatan pelatihan petani sagu di Kampung Makimi meruapakan pola yang pertama kali di Nabire. Karena dari pola POD ini petani bukan saja mendengar dan merima materi. Tetapi petani diminta mengajukan apa yang diketahui setelah melihat gambar dan mendengarkan penjelasan. Karena tujuan dari POD ini untuk memberikan penguatan kelembagaan petani sagu dan menguatkan kelompok petani. Sebab dari 3 hari pelatihan ini ada 16 materi yang disajikan bagi 50 orang peserta yang terdiri dari 25 orang peserta petani perluasan tanaman sagu dan 25 orang petani pengembangan  tanaman sagu. (des)