Demi Pembangunan Manusia, “MeGe” Kemas Tiga Pilar
NABIRE - MeGe adalah gabungan dua nama. Nama depan Gubernur Papua Tengah (Me)ki F. Nawipa dan marga Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas (Ge)ley.

NABIRE - MeGe adalah gabungan dua nama. Nama depan Gubernur Papua Tengah (Me)ki F. Nawipa dan marga Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas (Ge)ley. Slogan itu digunakan ketika perhelatan pesta demokrasi (Pilkada) 2024 Provinsi Papua Tengah berlangsung.
Gubernur dan Wakil Gubernur devinitif pertama periode tahun 2025–2030 di Provinsi Papua Tengah telah mengemas dan berkomitmen untuk membangun manusia Papua Tengah melalui tiga pilar pembangunan, yakni, pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
“Pendidikan untuk rakyat harus pintar, kesehatan untuk rakyat harus sehat, ekonomi untuk rakyat harus kenyang. Kami dua siap bangun itu,” tutur Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, penuh optimis, pada apel gabungan ASN pemerintah provinsi, Jumat (7/3/25) pekan kemarin.
Sedangkan pembangunan infrasturuktur, menurut Meki, akan jalan secara otomatis. Konon lebih utama adalah pembangun manusia, agar infrastruktur yang tersedia nantinya menjadi sarana atau media penunjang (pendukung) semata.
“Pembangunan jalan, jembatan, listrik, perhubungan dan lain-lain itu akan jalan dengan sendirinya. Akan tetapi lebih utama adalah pembangunan menusia. Infrastruktur harus menjadi media menunjang atau pendukung dari tiga aspek pembangunan tadi (pendidikan, kesehatan dan ekonomi),” paparnya.
Dalam amanat yang disempaikan Meki menyebut, pembangunan sektor pendidikan adalah pendidikan geratis untuk semua, mendirikan sekolah-sekolah berpola asrama dan mendirikan universitas negeri.
“Untuk pendidikan, saya gratiskan untuk semua (tidak hanya orang asli Papua), kita akan bangun sekolah berpola asrama dan hadirkan universitas negeri di Papua Tengah,” sebutnya.
Sedangkan pembangunan sektor ekonomi, Meki membeberkan pemberdayaan ekonomi mikro dan usaha kecil dan menengah (UMKM), mendirikan perusahan daerah (BUMD), investasi daerah dan memperkuat ketahanan pangan lokal melalui pemberdayaan petani.
“Bapak ibu, pemerintah itu bukan menghabiskan uang, tapi bagimana kita kreaktif mengelola UMKM, bagimana kita memasukan investasi, bagimana supaya ada pengasilan PAD, mendorong ekonomi mikro dan memperkuat ketahanan pangan lokal agar kita tambah sejahtera tapi masyarakat juga terbangun. Kebijakan saya kesana, itu bukan kepentingan saya tapi kepentingan demi rakyat yang punya negeri ini dan orang yang tinggal di negeri ini,” urai Meki tegas.
Pembangunan sektor kesehatan, papar Meki, pembangunan rumah sakit (RS) termegah segaligus teaching hospital yang rencananya akan dibangun di ibu kota Provinsi Papua Tengah, Nabire.
“Kita bangun rumah sakit termegah di negeri ini. Ya, Bisa kita bangun bukan yang bangun sana sini tidak usah. Makanya RTRW pastikan jadi dulu barulah kita bangun rumah sakit yang termegah namanya teaching hospital,” tutur Meki.
Meki menjelaskan, rumah sakit tersebut tidak hanya untuk melayani pasien, tetapi sekaligus bermitra dengan perguruan tinggi kedokteran, dan pusat penelitian untuk meningkatkan layanan kesehatan.
“Jadi saya ulangi lagi, rumah sakit termegah namanya teaching hospital. Tidak hanya melayani pasien tetapi menjadi pusat akademi medis,” jelasnya.
Dikatakan Meki, angaran yang tersesia sangat cukup untuk membangun tiga pilar pembangunan tersebut tanpa bantuan pihak lain.
“Rakyat punya uang terlalu banyak, tadi saya sudah lihat-lihat. Datanya sudah ada di saya, tinggal kita (pemerintah) eksekusi kepentingan rakyat fokus pada pendidikan, kesehatan dan ekonomi rakyat tanpa berharap pihak lain,” katanya.
Lantaran itu Meki berharap, dalam pemerintahannya mesti menghindari kinerja kerja konsumtif. Tapi harus kreaktif supaya rakyat di Papua Tengah ini benar-benar merasakan manfaat atas kehadiran pemerintah. Rakyat harus dilayani, dibangun dan diberdayakan. Totalitas harus didedikasikan untuk kepentingan rakyat.
“Pemerintah itu bukan menghabiskan anggaran, tapi bagimana kita (pemerintah) kreaktif dalam mengelola anggaran. Jadi bagimana pendidikan, kesehatan dan ekonomi kita bangun supaya pemerintah dan masyarakat sama-sama sejahtera, maka totalitas harus dekasihkan untuk kepentingan rakyat. Kebijakan saya kesana,” pungkas Meki. (you)
Bagikan artikel ini



