NABIRE – Ada beberapa poin penting dibicarakan dalam pertemuan yang bertajuk ‘Coffee Morning dalam rangka menyikapi perkembangan Sitkamtibmas di Wilayah Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah’, Rabu (16/07/2025) kemarin bertempat di Aula Wicaksana Laghawa Polres Nabire. 

Pertemuan yang dihadiri Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos.,M.Si, Forkompinda plus Nabire, Ketua DPRK Nabire, Nancy Warobay dan pejabat di lingkungan Setda Nabire serta para tokoh masyarakat juga tokoh agama dan pamangku kebijakan (stakeholder) Nabire itu disepakati delapan penting guna menjaga Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas) di Kabupaten Nabire.

Hal ini seperti dijelaskan Bupati Nabire dan Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K, kepada media ini usai pertemuan bersama tersebut. “Dalam pertemuan ini kami harapkan bagaimana bersama-sama menjaga Sitkamtibmas Nabire tetap aman dan kondusif. Persoalan yang ada menyangkut pengaktifan pos terpadu (sinergitas), Miras, kejahatan jalanan, ojek dan lainnya yang berpontensi menganggu Kamtibmas kita carikan jalan keluarnya bersama-sama. Lantaran soal keamanan tanggung jawab bersama,” ujar Mesak Magai, didamping Kapolres Nabire dan Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari.

Dijelaskan Kapolres Nabire, hasil diskusi bersama tadi (kemarin, red), pertama dukungan dari masyarakat melalui tokoh-tokoh masyarakat yang hadir dan stakeholder untuk pihak Polres Nabire tetap melaksanakan peningkatan razia kendaraan dan senjata tajam di Wilkum Polres Nabire.

“Poin kedua terkait pengaktifan Poskampling di beberapa kawasan dan ketika menyangkut pengaktifan kembali pos sinergitas keamanan. Untuk pos terpadu ini, rencana di tiga titik, seperti di sekitar daerah hotel Adamant Jayanti, Pos Pasar Karang Tumaritis dan pos di Kalibobo,” jelas AKBP Samuel.

Lanjutnya, keempat terkait perilaku Miras. Di mana, Miras ini dikategorikan ada tiga sumber minuman, yakni minuman lokal, minuman berlebel dan minuman ilegal dalam hal ini yang tidak dilengkapi dalam dokumen yang sah. “Soal ini kita mengharapkan semua pihak bisa memberikan penjelasan dan imbauan kepada masyarakat, ketika mengkonsumsi tidak menganggu Kamtibmas,” jelas Kapolres Nabire.

Selanjutnya, yang dibicarakan bersama menyangkut apabila ada pelaku tindak kriminal dari suku tertentu ketika ditindak tegas, jangan dibantu atau dibelah, karena proses hukum yang diambil sebagai pembelajaran kepada para pelaku dan pihak lain untuk tidak melakukan perbuatan melawan hukum atau mengulanginya.

Peran dari tokoh agama dan tokoh masyarakat, tambah Kapolres Nabire, pada saat kegiatan hari Jumat (Jumat Curhat) di masjid dan hari Minggu (Minggu Kasih) di gereja untuk dapat berperan sebagaimana selaku tokoh agama untuk memberi bimbingan dan sosialisasi Kamtibmas kepada umat dan jemaatnya guna menekan tindak kriminal dan kejahatan jalanan.

Terkait yang ketujuh, menyangkut ojek yang akhir-akhir ini, kita lihat dan dengan banyak korban yang meninggal dan luka berat dari tukang ojek, baik kasus Curas dan Curanmor untuk diaktifkan zona ojek, baik ojek helm kuning, biru dan putih, sehingga mudah dikontrol dengan pihak-pihak pengelolaan atau penanggung jawab ojek itu sendiri serta bagaimana dapat menyikapi perkembangan Kamtibmas di wilayahnya masing-masing.

Berikutnya, kedelapan imbuh Kapolres Nabire, sesuai pesan dari Bupati Nabire tadi bahwa pihak Polres Nabire dapat mengklasifikasikan kejahatan yang selama ini terjadi di wilayah hukum Polres Nabire menyangkut kasus 3C, yakni Pencurian dengan Kekerasan (Curas), Pencurian dengan Pemberatan (Curat) dan Curanmor serta kasus Narkoba lewat suku-suku yang ada, dengan tujuan dapat diatasi atau dibantu untuk ditindaklanjuti melalui para tokoh-tokoh masyarakat atau kepala-kepala sukunya guna mempermudahkan dalam pembinaan dan pengontrolan tindak kejahatan itu sendiri.

“Dari beberapa tindakan-tindakan positif ini yang akan diperhatikan bersama oleh semua pihak yang ada daerah ini guna meminimalisir tindak kejahatan yang akhir-akhir ini marak terjadi di wilayah hukum Polres Nabire dan sesuai tujuannya dalam pertemuan ini, yaitu dalam rangka menyikapi perkembangan Sitkamtibmas di Wilayah Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah agar tetap aman dan kondusif,” tandas mantan Kapolres Dogiyai dan Asmat itu.(wan)