DOGIYAI - Sebanyak delapan Calon Kepala Distrik (Calkadistrik) hasil penambahan distrik pada daerah pemekaran Kabupaten Dogiyai, sesuai hasil Sidang Paripurna DPRD dan Pemerintah Kabupaten Dogiyai pada masa Pemerintahan, Yakobus Dumapa pada akhirnya menjadi masalah tersendiri di Pemkab Dogiyai kini.

Pejabatnya telah ditunjuk, tetapi garuda dan pakaian putih belum ada. Dan ironisnya belum di atau melaporkan keputusan tersebut kepada Kementerian Dirjen Otonomi Daerah di Jakarta serta belum diinput pada institusi, sehingga menjadi masalah tersendiri di Kabupaten Dogiyai, termasuk penambahan enam kampung yang dimekarkan.

Demikian terang salah satu mantan Kadistrik di Dogiyai, Tobias F. Bunapa di Moanemani.

“Terkait kami masih bergantung kepada distrik induk, belum ada anggaran sendiri di DPA. Delapan orang Kadistrik tanpa dinas di Dogiyai. Sebelumnya, Pemerintahan Bupati Yakobus Dumapa menyampaikan penjelasan, sehingga tidak menjadi masalah di kemudian,” ujar Tobias Bunapa.

Menjadi pertanyaan, tambahnya, bupati dan dewan ketika itu tidak menyurat kepada pemerintah pusat di Jakarta, baik melalui surat secara tertulis dan langkah berikutnya.

“Saya selaku Kepala Diatrik Sukikai Selatan menjabat sebagai Asisten III Setda Dogiyai sudah pernah menyampaikan hal tersebut. Jaga etika pemerintah di Pemerintahan Dogiyai menjadi baik di mata masyarakat. Pemerintah definitif secara terbuka sampaikan kepada warga Kamapi alasannya,” ujarnya.

Lanjut Tobias, sekarang pemerintah lebih fokus sistem online. Belum ada titipan atau jatah pemerintah daerah. Sekarang nasib pelamar lulus dan tidak lulus menentukan sendiri. Selaku mantan Asisten III Dogiyai era Pemerintah Yakobus Bumapa ini.

“Trenning mulai dari diri sendiri menyangkut urusan pribadi pemerintah dan pemerintahan sekarang berlaku demikian, walaupun nilai tinggi, lebih ditentukan pribadi dan etika moral. Aturan atau perundang-undang satu-satunya belum ada, yakni Perbup dan Perda, sehingga semuanya aturan dan UU dirinya meminta kepada bupati devinitif selesaikan masalah ini lebih dulu, supaya penyelengara pemerintah dan pemerintahan Dogiyai berjalan bagus,” harapnya. (don)