NABIRE - Deklarasi Calon Gubernur (Cagub) dan Cawagub John Wempi Wetipo dan Ausilius You (JWW-AYO) berjalan dengan lancar hingga proses pendaftaran ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Tengah, Kamis (29/08/2024).


Massa dari Cagub/Cawagub JWW dan AYO berkumpul di Lapangan Bumiwonorejo Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah. Nampak, persiapan massa pendukung ramai menunggu kedatangan Cagub dan Cawagub mereka. Adapun persiapan panggung hiburan, persiapan bakar batu dan juga tarian adat, sejak pukul 09.00 WIT, Kamis kemarin.


John Wempi Wetipo, S.H.,M.H, Bakal Calon (Balon) Gubernur Papua Tengah dalam sambutannya mengatakan, dirinya dengan Ausilius You, S.Pd.,MM.,M.H bukanlah pemimpin yang rasis, tapi pemimpin yang bisa merangkul semua perbedaan suku, adat dan masyarakat yang ada di tanah Papua, lebih khusus di Papua Tengah. "Saya rasa bahwa pemimpin yang rasis itu tidak bisa jadi gubernur untuk memimpin semua rakyat di sini," ucapnya.


Lanjutnya, Ausilius You merupakan seniornya di SMA Katolik Taruna Dharma di Kotaraja. "Saya juga alumni dari sana, tapi hari ini Tuhan pertemukan kita di titik ini, karena ini provinsi yang baru, jangan sampai jatuh ditangan orang yang tidak bertanggung jawab, yang malah bukan baik tapi nanti tambah rusak," katanya.


John Wempi mendeklarasikan akan mengembangkan provinsi baru ini. "Ya saya berkomitmen bersama dengan Ausilius You menyatakan diri untuk maju sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, yang merupakan provinsi baru dengan lahir dari Undang-Undang nomor 15 tahun 2022," ujarnya.


Beberapa Minggu kemarin, ada masyarakat yang demo karena JWW bukan orang asli Papua Tengah, sehingga tidak boleh maju. "Tetapi saya bertanya kepada mereka, memangnya di sini kau punya tanah kau punya rakyat, sehingga kau larang saya, orang Papua yang punya jati diri punya adat dan punya budaya, undang-undang otonomi khusus tidak pernah melarang orang Papua semua orang asli Papua punya hak untuk menjadi pemimpin di tanah dan negeri ini," tutur JWW.


Lanjutnya, kemarin dirinya menyempatkan waktu untuk melihat kantor pemerintahan yang baru dibangun. "Saya ini sebagai ketua tim asistensi untuk mengawal pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan di 4 provinsi yang baru, yakni Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya. Berkali-kali kita datang, uang itu terlalu banyak digelontarkan trilinan, tapi pembangunannya tidak ada padahal ini sudah 2 tahun berjalan," katanya.


Lanjutnya, sebagai calon Gubernur Provinsi Papua Tengah yang dirinya bicara, bukan sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. "Saya berdiri di sini, saya berbicara sebagai calon Gubernur Provinsi Papua Tengah. Uang digunakan ratusan triliun, tapi kenyataannya pembangunan itu belum ada hanya sebatas jalan saja," ungkapnya.


John Wetipo mengatakan, banyak pengusaha-pengusaha yang susah dapat pekerjaan, kayak mengemis jalan ke sana kemarin padahal, pemerintah pusat kirim uang untuk kesejahteraan orang-orang Papua, nanti tiba dari KPK lalu mereka menyalahkan dari pusat. Lanjut Wetipo, yang mengatur keuangan para pemimpin-pemimpin di Papua, sehingga untuk Pilkada ini pilihlah pemimpin yang benar, supaya membawa perubahan dan kesejahteraan untuk semua rakyat.


"Kita hanya mempunyai partai yang sedikit, tapi kita perlu ingatkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang akan datang merupakan Ketua Partai Gerindra tidak perlu banyak partai yang penting kita lolos di KPU dan kita akan bertarung," ucapnya.


Sementara itu, Ausilius You selaku bakan calon Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah dalam sambutannya, mengajak menaikkan puji syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa, karena Tuhan itu baik sehingga Tuhanlah yang selalu menuntun memelihara pemimpin. Sehingga dalam keadaan yang baik, dalam keadaan yang sehat kita boleh berkumpul di lapangan sepak bola di Nabire kita hadir dalam keadaan baik.


"Saya mau sampaikan beberapa hal yang telah disampaikan baik oleh bapak calon gubernur provinsi hanya beberapa hal yang sama, kita yakin dan percaya bahwa Papua Tengah untuk semua. Papua adalah rumah kita, tidak pandang siapa dari mana, agama apa lebih-lebih anak-anak kita, masyarakat kita di tanah Papua karena di Provinsi Papua Tengah ini dihuni oleh seluruh masyarakat yang ada di Indonesia, 8 kabupaten di Provinsi Papua Tengah," ucapnya.


Dirinya mengajak, pendukung dan simpatisan yang hadir bahwa Papua tengah dengan adanya zaman situasi sekarang keadaan sekarang kita sama-sama mau adanya perubahan dan bagaimana supaya kesejahteraan bertambah itu yang diharapkan.


"Saya mau sampaikan kepada kita semua kita tinggalkan hal-hal yang kurang berkenan, jadikan itu sebagai satu kekuatan kebersamaan kita, rapatkan kuatkan dan satukan barisan. Bagaimana agar kita membangun negeri Papua Tengah ini seperti apa yang kita harapkan untuk kepentingan dasar ini. Tidak semua bagaimana masyarakat yang ada di delapan kabupaten ini betul-betul mau seperti apa yang dapat diharapkan, tentunya dalam kehidupan harus ada perubahan darii kita semua," pungkasnya.


Acara deklarasi ini berjalan meriah dengan dihadiri sekitar ribuan pendukung dan simpatisan dari Paslon ini. Banyak pedagang di Lapangan BMW dan berdampingan langsung bersama-sama masyarakat.(feb)