Dari Kemandoga, Gubernur Meki Komando Rakyat Tanam Kopi

HOMEYO - Perlahan, namun pasti. Di subsektor perkebunan, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa menunjukan tekadnya menanam kopi jenis arabika menjadikan unggulan di sektor Perkebunan, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat Papua Tengah.
Liriknya tak salah, mantan Bupati Paniai ini mengetahui benar tanaman kopi diminati sebagian masyarakat Papua Tengah yang mendiami di beberapa kabupaten, seperti Kabupaten Dogiyai, Deiyai, Paniai, Puncak, Puncak Jaya dan Kabupaten Intan Jaya.
Memang, tanaman kopi telah menjadi mata pencaharian sebagian warga untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Bahkan sebagian masyarat mengandalkan perkebunan kopi sebagai pekerjaan utama sejak tahun 1950an dibawa oleh para misionaris yang bertugas saat itu.
Gayung bersambut, dari Kemandoga, Kampung Pogapa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, orang nomor satu di Papua Tengah, resmi mencanangkan gerakan tanam 1 juta pohon kopi di Papua Tengah, Selasa (8/07/25) pekan ini.
“Dari Kemandoga, mewakili masyarakat Papua Tengah saya mencanangkan gerakan tanam 1 juta pohon kopi sebagai simbol dimulainya gerakan tanam kopi. Biarlah tanda hijau ini melambangkan kesuburan itu akan ada terus,” ujar Meki dalam video berdurasi 1:58 detik, yang diperoleh dapur redaksi Papuapos Nabire, Rabu (9/7/25) siang.
Kata Meki, selama ini terbukti telah memberikan manfaat jangka panjang bagi keberlangsungan kehidupan orang Papua Tengah.
“Biarlah kopi ini bertumbuh dan selalu membawa kehidupan bagi orang di Papua Tengah. Saya akan tanam kopi ini, atas nama Bapa, Putra dan Roh Kudus,” ucap Meki, disambut para hadirin ‘Amin’.
Dikatakan Meki, mulai dari negeri Kemandoga, Intan Jaya, gerakan tanam kopi akan berlanjut ke timur sampai ke Ilu Kabupaten Puncak, dan mengalir ke barat Kegata Kabupaten Dogiyai. Tanda hijau ini melambangkan kesuburan itu akan ada terus dari dulu, kini dan pada masa mendatang.
“Mulai dari Kemandoga mengalir ke timur sampai di Ilu, mengalir ke barat sampai di Kegata. Biarlah tanda hijau ini melambangkan kesuburan itu akan ada terus. Habislah gelap, terbitlah terang. Biarlah kehidupan itu mengalir,” ucap Meki, sembari menunduk tanam kopi pertanda gerakan tanam sejuta pohon kopi dimulai.(you)
Bagikan artikel ini



