NABIRE - Kepala Sekolah SMPN 4 Wanggar, Triyono Raharjo, S.Pd, M.Pd mengakui hingga saat ini dari 111 muridnya, baru ada 32 murid yang mengikuti program vaksin.

Dari 32 murid itu, sebanyak 30 peserta didik mengikuti program vaksin yang dilaksanakan oleh orang tua murid. Sementara 2 murid mengikuti vaksin secara mandiri.

Sehingga dirinya selaku kepala sekolah bersama dewan guru yang lain, terus memberikan edukasi atau semangat bagi murid yang belum divaksin agar mengikuti program vaksin.

Namun banyak orang tua yang hingga saat ini belum memberikan ijin bagi putra dan putrinya untuk mengikuti program vaksin.  Sebab lebih banyak berita–berita hoax yang beredar di media social yang lebih dipercaya oleh masyarakat luas.

“Pihak sekolah ingin agar semua anak divaksin, tetapi kembali pada orang tua murid,” kata Kepala Sekolah SMPN 4 Wanggar, Triyono Raharjo, S.Pd, M.Pd kepada Papuapos Nabire, Senin (13/9/21).

Dan sementara ini sekolah telah melaksanakan Kegiatan Belajar Menagajar (KBM) tatap muka.  Sehingga pihaknya meminta surat pernyataan dan dukungan orang tua saja. Sebab selaku dewan guru tidak mempunyai hak untuk memaksa anak megikuti program vaksin. Tetapi sekolah terus memberikan edukasi pada murid dan pemahaman pada orang tua dan masyarakat.

Untuk itu pihaknya meminta kepada masyarakat agar tidak lagi percaya pada berita–berita hoax yang tersebar di Medsos. Tetapi percayalah kepada program pemerintah. Karena dari program vaksin yang diwajibkan bagi guru pada beberapa bulan lalu bagi guru dan tenaga pendidik, buktinya kami sehat dan kini berdiri di depan kelas untuk memberikan pelajaran atau mengajar.(des)