Danrem Dampingi Wapang Ops Habema, TNI-Polri Gelar Hasil Penindakan Gabungan Terhadap Kelompok OPM Kodap III Ndugama

NABIRE - Komandan Korem 173/Praja Vira Braja (PVB), I Ketut Mertha Gunarda mendampingi Wakil Panglima Operasi (Wapang Ops) Habema Brigjen TNI Riyanto, dalam kegiatan gelar hasil penindakan gabungan Satgas Rajawali, Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) dan Satgas Intelijen (BIN dan BAIS) terhadap kelompok OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya, Kodap III Ndugama, yang dilaksanakan di wilayah Nabire, Provinsi Papua Tengah, Minggu (1/03/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta menindak tegas setiap bentuk gangguan Kamtibmas yang berpotensi menghambat jalannya pembangunan dan aktivitas masyarakat di Papua Tengah, khususnya di wilayah Nabire dan sekitarnya.
Dari hasil operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas kelompok OPM, antara lain, uang tunai sebesar Rp79.700.000, 5 unit Handy Talky (HT), 12 unit telepon genggam, 130 butir munisi kaliber 7.62 mm, 8 butir munisi hampa kaliber 5.56 mm, 19 butir munisi kaliber 9 mm, 2 butir munisi 88 Spc, 6 buah magazen senjata jenis SSI, 4 buah magazen senjata jenis AK-47, 4 buah ransel gunung, 2 buah bendera bintang kejora dan 1 lembar kartu tanda sekolah atas nama Yonias Mirip.

Seluruh barang bukti saat ini telah diamankan di Polres Nabire untuk proses penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Keberhasilan penindakan yang dilakukan kali ini merupakan hasil sinergi dan soliditas antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan wilayah Papua. TNI dalam hal ini akan selalu hadir untuk menjalankan tugas negara dalam melindungi masyarakat, menegakkan kedaulatan serta memastikan roda pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Kegiatan gelar hasil operasi ini juga menjadi bentuk transparansi kepada publik bahwa setiap langkah penegakan hukum dilaksanakan secara profesional, terukur dan sesuai prosedur, dengan tetap mengedepankan prinsip perlindungan masyarakat sipil.
Diharapkan melalui langkah tegas dan terkoordinasi ini, situasi keamanan di wilayah Papua Tengah semakin kondusif, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan pembangunan daerah dapat terus berjalan demi kesejahteraan bersama.(humas korem)
Bagikan artikel ini



