Dana Rutin SMP Daerah 3T Tak Jelas, Kepsek Temui Kadis Pendidikan
NABIRE - Persoalan dana rutin bagi 5 SMP yang berada di daerah Tertinggal, Terluar dan Terpencil (3T) dikabarkan untuk tahun 2022 ini sudah tidak ada lagi. hal ini membuat 5 kepala Sekolah daerah 3T secara terpaksa harus memutar otak.

NABIRE - Persoalan dana rutin bagi 5 SMP yang berada di daerah Tertinggal, Terluar dan Terpencil (3T) dikabarkan untuk tahun 2022 ini sudah tidak ada lagi. hal ini membuat 5 kepala Sekolah daerah 3T secara terpaksa harus memutar otak.
Sebab dana rutin yang selama ini sebagai dana andalan menjawab segala kekurangan dan kebutuhan sekolah hilang tanpa kejelasan bagi 5 orang kepsek daerah 3T. sehingga membuat mereka (5 orang kepsek daerah 3T) terpaksa harus berupaya mencari informasi di sejumlah pejabat.
Dan tepat pada Senin (14/3/22), dua orang Kepsek perwakilan daerah 3T yakni Kepala Sekolah SMP N 2 Yaur, Arlius Sabami, S.Pd, M.Pd dan Kepala Sekolah SMP N 1 Wapoga, Carles Saroy, S.Pd secara langsung bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Nabire, Dra. Dina Pijer, di ruangan kerjanya.
Dalam pertemuan tersebut, Carles Saroy mengatakan, selama ini dana rutin menjadi harapan pihaknya dalam menjawab kebutuhan sekolah bersama dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), namun saat ini dana rutin sudah tidak ada lagi.
Untuk itu secara tegas Carles Saroy mengatakan, jika tahun ini Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pendidikan Nabire tidak mengupayakan dana rutin bagi 5 sekolah SMP daerah 3T, maka pihaknya akan batalkan ujian akhir tahun di 5 SMP yang berada di daerah 3T.
Sementara kita ketahui berdasarkan jadwal dan kelender Pendidikan Nasional, ujian untuk tingkat SMP akan dimulai pada tanggal 18 April 2022 mendatang. Sementara untuk kesiapan ujan nanti, para kepsek daerah 3T hanya bisa berharap dari dana rutin.
Dan perlu diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan Nabire, selaku Kepsek SMP daerah 3T, kata Saroy, pihaknya merasa ditipu oleh mantan Kepala Dinas Pendidikan. Dimana pada saat itu mantan Kepala Dinas Pendidikan mengatakan untuk dana rutin sekolah SMP daerah 3T tetap aman.
Namun faktanya setelah dicek secara seksama hingga ke kantor Bappeda Nabire, ternyata dana tersebut tidak ada. Sehingga pihaknya juga cek lansung di Kapala Bagian Program (Kasubag Program) ternyata dana rutin juga tidak ada di DPA Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pijer mengatakan, para Kepsek SMP daerah 3T diminta untuk tetap sabar. Karena selaku kepala dinas yang baru juga baru menerima DPA. Sehingga selaku kepala dinas yang baru juga membutuhkan waktu untuk mempelajari DPA yang ada.
“Untuk itu tentunya selaku seorang ibu akan saya berusaha untuk melayani dengan baik bagi semua sekolah. Untuk itu selaku kepala dinas saya meminta agar 5 Kepsek daerah 3T tetap sabar. Mudah–mudahan ada angin segar. Sebab hal inipun selaku kepala dinas akan berkordinasi langsung dengan atasan guna meminta petunjuk dan kita sama-sama akan tahu hasilnya seperti apa,” ujarnya. (des)
Bagikan artikel ini



