Dana Bosda Cair, SMPN 5 Utamakan Anak OAP

NABIRE - Telah ketahui Bersama, mulai awal tahun pelajaran 2026/2027 ini Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan siap menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) ke semua jenjang sekolah SMP/MTs yang ada di 8 kabupaten, termasuk di Kabupaten Nabire.
Untuk itu, pihak sekolah SMP Negeri 5 Nabire melalui, Kepala Sekolah Kardina H. Ibrahim, S.Pd., M.Pd, yang ditemui Papuapos Nabire, Senin (6/07/2026) mengatakan, jika dana Bosda sudah dicairkan pihak sekolah akan lebih mengutamakan anak-anak asli Papua atau OAP untuk pengadaan kelengkapan sekolah, seperti baju seragam, buku dan sepatu.
Dan pembagian baju seragam, buku dan sepatu yang akan dibelanjakan melalui dana Bosda awal semester ganjil tahun pelajaran 2026/2027 ini akan lebih diutamakan bagi siswa/siswi kelas VIII dan kelas IX, sementara kelas VII datanya hingga saat ini belum ada untuk dana bantuan Bosda, sehingga diharapkan pada tahun pelajaran berikut akan diberikan perhatian yang sama.
Sebab, berdasarkan data pihak sekolah untuk kelas VIII dan IX, jumlah murid OAP yang kini duduk dibangku kelas VIII dan IX itu sebanyak 200 murid lebih, sehingga dipastikan dari jumlah itu semua anak murid OAP akan mendapatkan perhatian terlebih dahulu dari sumber dana Bosda.
Untuk itu, dipastikan dalam pembagian baju seragam, buku dan juga sepatu, guru akan melihat kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan, karena tujuan dari adanya dana Bosda ini, agar tidak ada Anak Tidak Sekolah (ATS), karena sudah ada perhatian pemerintah bagi dunia sekolah termasuk di SMPN 5 Nabire.
Dengan demikian selaku Kepsek SMPN 5 Nabire bersama seluruh dewan guru mengucapkan terima kasih kepada pihak Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama dinas pendidikan dan kebudayaan yang telah memberikan perhatian bagi dunia pendidikan di semua satuan jenjang pendidikan.
“Sehingga kami berharap dana Bosda ini terus berlanjut di tahun-tahun pelajaran mendatang, karena dengan kehadiran Bosda telah mengurangi beban orang tua murid dan dengan hadirnya dana BOSDA di SMPN 5 tidak lagi ada pungutan biaya SPP dan juga pembangunan yang dibebankan kepada orang tua murid,” tandasnya. (des)
Bagikan artikel ini



