NABIRE – Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Provinsi Papua Tengah bekerja tanpa henti setelah menangani empat kejadian kebakaran dalam sehari di wilayah Nabire, Sabtu (18/7/2026). Rangkaian peristiwa tersebut meliputi tiga kebakaran lahan dan satu kebakaran dapur rumah warga yang seluruhnya berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa.

Kepala Regu II Piket Siaga Damkar Papua Tengah mencatat, insiden pertama terjadi sekitar pukul 15.22 WIT di belakang Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Kalibobo. Kebakaran lahan pertama kali dilaporkan oleh Dionayu Ratu yang melihat api mulai membakar area tersebut dan diduga dipicu oleh ulah orang tak dikenal (OTK).

Tim yang dipimpin Kepala Bidang bersama Kepala Seksi serta personel N. Wambrauw, S. Manuaron, dan A. Dimara tiba di lokasi sekitar pukul 15.35 WIT. Api berhasil dipadamkan pada pukul 16.15 WIT sebelum sempat meluas. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan yang dilaporkan.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 21.24 WIT, Regu II kembali bergerak setelah menerima laporan kebakaran lahan gambut di kawasan Wonorejo. Yosina Mirib (33) mendatangi Pos Damkar untuk melaporkan kebakaran tumpukan ampas kayu di belakang pondoknya, dekat Kantor DPR Kabupaten Nabire.

Tim yang dipimpin Yulianus Tekege dan Selfi Menanti tiba di lokasi pukul 21.35 WIT dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 22.10 WIT. Kebakaran tersebut juga diduga disebabkan oleh pembakaran yang dilakukan orang tak dikenal. Tidak ada korban maupun kerugian materiil dalam kejadian itu.

Belum lama berselang, petugas kembali menerima laporan kebakaran lahan di kawasan Bandara Lama, tepatnya di belakang Ballroom Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah. Tim segera melakukan pemadaman sehingga api tidak meluas. Dalam kejadian ini juga tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.42 WIT, Damkar kembali diterjunkan untuk menangani kebakaran dapur rumah milik Yesaya Adii (24) di kawasan Karang Barat.

Petugas yang dipimpin Kepala Seksi dan Kasubbag Keuangan tiba di lokasi enam menit kemudian. Saat tim tiba, api telah berhasil dipadamkan warga. Kebakaran mengakibatkan kerusakan pada bagian dapur beserta sejumlah perabotan. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Komandan Regu II Damkar Papua Tengah mengapresiasi kesigapan masyarakat yang segera melaporkan setiap kejadian sehingga api dapat ditangani lebih cepat.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan sembarangan serta rutin memeriksa instalasi listrik di rumah untuk mencegah terjadinya kebakaran," ujarnya.

Dengan empat kejadian kebakaran dalam satu hari, Damkar Papua Tengah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran lahan maupun permukiman di wilayah Nabire. (joseph)