NABIRE - Ketika Pemerintah Kabupaten Nabire telah mengijinkan adanya pembukaan sekolah bagi jenjang pendidikan SMP, SMA dan SMK diawal bulan Agustus ini, maka pihak sekolah SMP Negeri 4 Nabire telah siap melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), walaupun jumlah muridnya bergantian belajar.

Sehingga dari jumlah murid 32 orang perkelas, dibagi menjadi dua kelas dengan menggunakan angka ganjil dan genap, dengan demikian dari waktu 4 jam pelajaran perhari itu dapat diisi dengan kegiatan belajar tatap muka antara guru dan murid.

Untuk itu, dibutuhkan waktu 20 menit per mata pelajaran atau bidang studi, sehingga dalam satu hari anak atau murid dapat mengikuti 5 mata pelajaran dengan jumlah  waktu tatap muka selama 100 menit per hari, dimana guru memberikan penjelasan dan selanjutnya guru pula memberikan tugas bagi murid untuk dikerjakan pada saat di rumah.

Demikian dikatakan Kepala SMPN 4 Nabire, H. Suwandi, S.Pd.,M.Pd kepada Papuapos Nabire beberapa waktu lalu seraya menambahkan, selaku kepala sekolah dan dewan guru sangat siap melaksanakan KBM di tengah Covid-19 bersama semua murid.

Tentunya dalam pelaksanaan KBM di tengah Covid-19 ini meminta pihak sekolah dan para murid harus mematuhi aturan atau protokol kesehatan, dengan demikian semua murid akan diawasi secara ketat baik saat masuk sekolah dan waktu pulang.

Untuk itu, selaku kepala sekolah dan dewan guru meminta agar ada dukungan dari orangtua murid, sebab dengan waktu 20 menit tatap muka untuk satu mata pelajaran, anak akan diminta untuk mencatat soal–soal yang selanjutnya dapat dikerjakan di rumah.

Sebab dengan adanya keterbatasan waktu tatap muka di sekolah antara guru dan murid, sehingga pihak sekolah meminta adanya peran orang tua dalam memberikan pendampingan agar anak bisa tuntas dalam semua mata pelajaran, walaupun waktunya dibatasi.(des)