Dadang Irfan Nakhoda Baru Suku Sunda Papua Tengah: Jaga Keharmonisan Lewat Budaya

NABIRE - Semangat kekeluargaan dan persatuan menggelegak di tengah komunitas Sunda di Provinsi Papua Tengah. Melalui Musyawarah Besar (Mubes) Sunda Ngahiji Papua Tengah 2025, komunitas ini secara resmi memilih Kepala Suku Sunda Papua Tengah yang pertama, menetapkan tonggak sejarah baru bagi kerukunan di Bumi Cenderawasih.
Mubes yang digelar di Aula Kodim 1705 Nabire pada Minggu (23/11/2025) ini menjadi ajang demokrasi internal yang diikuti antusias. Tiga figur terbaik maju sebagai calon, diantaranya, H. Doris Atang Suryana (nomor urut 1), Dadang Irfan (nomor urut 2) dan H. Amir (nomor urut 3).
Proses pemilihan berlangsung melalui pencoblosan nomor urut calon oleh 75 perwakilan dari berbagai daerah di Papua Tengah. Hasilnya menunjukkan dukungan signifikan kepada Dadang Irfan yang berhasil meraih 43 suara, mengungguli H. Doris Atang Suryana dengan 28 suara dan H. Amir dengan 4 suara. Kemenangan ini secara sah menobatkannya sebagai pemimpin tertinggi Sunda Papua Tengah.
#Pesan Pemerintah: Kontribusi Sunda, Kekuatan Papua Tengah

Acara bersejarah ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Staf Ahli III Gubernur Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum, Marthen Ukago, menyampaikan pidato yang menekankan pentingnya keberagaman sebagai kekuatan bangsa.
"Papua Tengah adalah contoh nyata bagaimana perbedaan dapat menjadi harmoni. Masyarakat Sunda yang menetap dan bekerja di tanah ini bukan hanya menjadi bagian dari keragaman, tetapi turut berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah," ujar Marthen Ukago, memberikan apresiasi tinggi atas komitmen komunitas Sunda.
Ia juga menyoroti filosofi Sunda, yakni ‘Someah, hade ka sasamina’—ramah, santun dan saling menghargai antar sesame sebagai nilai yang sangat relevan untuk menjaga keharmonisan di daerah.
Ukago berpesan agar ketua terpilih segera mendaftarkan organisasi ini ke Kesbangpol Papua Tengah untuk mendapatkan surat legalitasnya.
#Program Prioritas: Seni, Rohani dan Ekonomi

Kepala Suku Sunda Papua Tengah terpilih, Dadang Irfan menyampaikan rasa terima kasih dan berkomitmen untuk langsung bekerja. Ia menekankan pentingnya komunikasi internal, mewajibkan pertemuan sebulan sekali untuk menampung masukan, mengidentifikasi kekurangan dan menyelesaikan masalah.
"Yang kurang kita perbaiki, yang belum kita bikin," tegas Dadang. Ia kemudian memaparkan empat program prioritas utama masa kepemimpinannya.
Fokus utama adalah mengembangkan seni dan budaya Sunda, membentuk tim kerohanian, menghidupkan kembali kegiatan olahraga dan yang tak kalah penting, mengembangkan sektor ekonomi bagi warga Sunda.

Di bawah kepemimpinan Dadang Irfan, Suku Sunda Papua Tengah siap menjadi perekat budaya dan motor penggerak pembangunan di Papua Tengah.(amd)
Bagikan artikel ini



