CJH Nabire Ikuti Manasik, Panitia Tekankan Kedisiplinan dan Kekompakan

NABIRE – Sebanyak 80 Calon Jemaah Haji (CJH) yang terdiri dari 49 jemaah perempuan dan 31 jemaah laki-laki berkumpul di Islamic Center, pada Senin (09/02/2026) untuk mengikuti bimbingan manasik haji.
Kegiatan ini bertujuan agar seluruh calon jemaah memiliki pemahaman yang mendalam mengenai tata cara pelaksanaan ibadah, mulai dari keberangkatan hingga seluruh rangkaian rukun haji di Tanah Suci. Melalui pembekalan ini, jemaah diharapkan tidak hanya tahu secara teori, tetapi juga paham dan siap mempraktikkan materi ‘budi pekerti’ serta aturan yang telah ditetapkan.
Ketua Panitia Pelaksana, Arif, S.Ag menegaskan masa sebelum keberangkatan adalah waktu krusial yang harus dimanfaatkan jemaah untuk mengikuti bimbingan secara disiplin. Kedisipilinan dalam mengikuti arahan pembimbing menjadi kunci utama agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar. Setiap tahapan, mulai dari proses pemberangkatan hingga aktivitas ibadah di tanah suci, telah dirancang secara sistematis sehingga menuntut kepatuhan penuh dari setiap individu jemaah.

Selain faktor teknis ibadah, aspek kebersamaan dan kekompakan dalam satu kelompok terbang (kloter) menjadi poin yang sangat diperhatikan. Panitia menggarisbawahi bahwa seringkali permasalahan di lapangan muncul akibat kurangnya koordinasi antar jemaah.
Oleh karena itu, kekompakan dalam menjalankan kegiatan di bawah komando ketua kloter maupun pembimbing ibadah sangat diwajibkan demi menjaga kenyamanan dan keselamatan bersama.
Pihak panitia juga mengingatkan jemaah untuk selalu responsif terhadap instruksi yang diberikan, baik oleh petugas kloter maupun pimpinan rombongan.
Bimbingan yang dimulai dari titik kumpul awal di daerah asal hingga keberangkatan nanti merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Jemaah diwajibkan menerima dan menyerap seluruh materi persiapan agar siap menghadapi situasi apa pun selama berada di perjalanan maupun saat berada di Arab Saudi.
Berdasarkan penyampaian Kepala Kantor Kemenangan Haji dan Umrah setempat, jadwal keberangkatan jemaah dari Nabire direncanakan akan dilakukan sebelum 10 Mei 2026.
Hal ini dikarenakan seluruh jemaah harus sudah tiba dan masuk ke Embarkasi Makassar pada awal bulan Mei tersebut. Ketepatan waktu ini menjadi sangat penting agar seluruh proses administrasi dan karantina sebelum terbang ke Jeddah dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.
Arif menegaskan, mengikuti manasik haji adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. "Bimbingan ini wajib dilaksanakan karena merupakan bagian dari persiapan mental dan fisik. Bagi jemaah, khususnya yang baru pertama kali berangkat, kepemimpinan dan arahan dari petugas harus betul-betul diikuti agar mandiri dalam beribadah," pungkasnya saat diwawancarai awak media di lokasi kegiatan.(amd)
Bagikan artikel ini


