PANIAI – Sebagai upaya tanggap darurat pasca meninggalnya lima warga di Distrik Duma Dama, pemerintah daerah memberi bantuan berupa bahan makanan (Bama). Sedikitnya 2 ton bama telah diangkut pada beberapa hari lalu.   Meski demikian, bama tersebut kabarnya belum disalurkan ke warga Distrik Duma Dama yang bermukim di dua kampung, Dogomo dan Duma. Hal ini dibenarkan tokoh pemuda Distrik Duma Dama, Nikodemus Diwitau, saat menyampaikan perkembangan bencana yang merenggut lima orang warga setempat. “Bapak Bupati Hengky Kayame sudah jawab permintaan masyarakat yang mengalami gagal panen dan menderita sakit. Bantuannya berupa 2 bama, dan sudah diangkut dengan pesawat ke Duma. Bama yang didrop itu masih belum dibagi, dalam minggu ini kami naik untuk urus lagi,” tutur Niko kepada Papuapos Nabire, pekan kemarin. Musibah kelaparan di daerah itu nyaris terjadi tiap tahun, bahkan sudah banyak korban berjatuhan. Pelayanan medis oleh petugas yang ditempatkan di Puskesmas Duma Dama, kurang maksimal, dituding penyebabnya. Sebagaimana diwartakan media ini sebelumnya, akhir September 2013 ada dua orang di Duma Dama, Esau Diwitau (kaka) dan Pato Diwitau (adik), tewas terbawa air kali saat mencari makanan buat keluarganya di rumah. Selanjutnya, akibat musim hujan dan derasnya air dari gunung, kebun-kebun gagal panen. Petatas yang siap dipanen, membusuk, kalaupun baik, isinya berair. Hal ini membuat warga terpaksa mencari bahan makanan di hutan. Adapun korban meninggal dunia, atas nama Sarah Zonggonau, Lamek Diwitau, dan Hana Dimbau. Niko bersama beberapa pemuda Distrik Duma Dama turun ke Enarotali untuk melaporkan kejadian yang menimpa warganya. Hanya saja, sempat kesulitan menemui pejabat daerah, apalagi Bupati juga sedang keluar daerah. Namun setelah kembali, Niko akhirnya bisa melaporkan fakta lapangan. kepada Niko, Bupati minta data lengkap agar segera ada kebijakan untuk tanggap darurat dalam rangka menanggulangi musibah tidak meluas. Mendapat kronologis dan datanya, Bupati akhirnya membantu warga Duma Dama sebanyak 2 ton bama, berupa beras, supermi, sauris, minyak goreng, garam, gula, kopi, teh dan lain-lain. Warga menyampaikan terima kasih atas bantuan darurat tersebut, walau hingga kemarin masih belum disalurkan. Niko bersama anak-anak daerah akan segera ke Duma Dama untuk membantu pembagian. Tanpa pihak distrik yang belum dipastikan akan ke sana atau tidak, mereka siap jalankan demi keselamatan masyarakatnya. (you)