DEIYAI - Dalam rangka memperlancar dan mempermudah rentang pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama dalam rangka pencegahan dini dari  berbagai penyakit pada masyarakat, maka dalam 100 hari kerja bupati dan wakil bupati, Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Kesehatan akan melakukan berbagai upaya–upaya, salah satunya membentuk Tim Brigade Siaga Bencana. Sesuai tugasnya, tim akan turun lapangan pelayanan kesehatan, sekaligus akan mengkampanyekan hidup bersih dan sehat ke rumah-rumah. Pembentukan tim brigade siaga bencana, dengan tekat kerja, ‘Odaa Owadaa, Yiibeu Yimubeu, saya dan keluarga saya akan hidup sehat’, merupakan salah satu penerjemaan  program dan visi - misi Bupati dan Wakil Bupati Deiyai, maka  tim brigade yang dibentuk berdasarkan visi Gamantra “Gerakan membangun keluarga aman, sehat dan sejahtera, menuju Deiyai Sehat’, akan ditugaskan di sejumlah Puskesmas, kerjanya langsung di lapangan ke rumah–rumah warga yang ada di wilayah Deiyai. Tim Brigade Siaga Bencana yang berjumlah 300 orang lebih, direkrut dari beberapa disiplin ilmu, diantaranya jurusan gizi, jurusan lingkungan, jurusan keperawatan, jurusan kebidanan ditambah tenaga dokter dan diseleksi melalui beberapa tahapan seleksi yang ketat sehingga tenaga yang tergabung dalam tim brigade siaga bencana adalah hasil seleksi murni. Selajutnya akan ditugaskan di sejumlah Puskemas yang ada di lima distrik di Deiyai, dengan tugas pelayanan kesehatan sekaligus mengkampanyekan hidup sehat ke rumah-rumah  warga di wilayah Deiyai agar dapat dicegah sejak dini sebelum penyakit melanda.Sebelum menerjunkan 300 orang tim brigade siaga bencana di lapangan di lima distrik, Dinas Kesehatan Deiyai, Kamis 11 Juli 2019 kemarin, memberikan pembekalan sekaligus mensosialisasikan terbentuknya tim brigade siaga bencana dan kegiatan dimaksud, berlangsung di Aula Sekwan Deiyai. Kegiatan pembekalan, sekaligus mensosialisasikan terbentuknya tim brigade siaga bencana tersebut dibuka langsung Bupati Deiyai, Ateng Edowai, S.Pdk, sekaligus dilepaskan tim tersebut, ditandai dengan pemberian kaos tim brigade siaga bencana kepada perwakilan peserta tim, selanjutnya para tim brigade siaga bencana akan tersebar di 5 distrik yang ada di wilayah  kabupaten Deiyai, untuk menjalankan tugas pelayanan kesehatan di rumah ke rumah warga. Bupati Kabupaten Deiyai, Ateng Edowai, memberikan apresiasi atas terbentuknya tim brigade siaga bencana karena melalui tugas pelayanannya akan terjawab salah satu kebutuhan masyarakat khususnya di bidang kesehatan, yaitu dalam tugas pelayanan kesehatan kepada warga. “Saya memberi apresiasi kepada anggota tim yang dibentuk dan kepada tenaga perawat yang ada karena telah mampu menterjemahkan program dan visi – misi bupati dan wakil bupati,” ucapannya.Bupati Ateng juga mengharapkan, kepada seluruh komponen masyarakat bahkan para semua pihak, terutama warga Deiyai dapat mendukung dan berpartisipasi  bersama pemerintah daerah terus membangunan Deiyai yang kita cintai, melalui berbagai bentuk program dan kegiatan pembangunan. “Mari kita satukan langkah membangun Deiyai yang lebih maju sesuai program dan visi- misi Bupati – Wakil Bupati Deiyai untuk lima tahun kedepan dan harapan bersama,” ajaknya.    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Deiyai, Korneles Pakage, S.Km,M.Kes melalui sambutannya mengatakan, menyikapi kondisi masyarakat bahwa belum  nampak kesadaran dan pemahaman warga terhadap pencegahan penyakit sebelum terjadi, maka perlu ada penyedaran dan kewaspadaan dini dari berbagai penyakit di masyarakat dalam rangka mencegah dari pada mengobati, maka langkah dan upaya akan terus dilakukan Dinas Kesehatan selaku dinas terkait. “Salah upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan selaku dinas teknis adalah telah  membentuk tim brigade siaga bencana. Tim brigade siaga bencana yang dibentuk  tugasnya adalah mereka turun langsung ke rumah–rumah warga, melakukan pelayanan kesehatan, pengobatan sekaligus mengkampanyekan hidup sehat mulai dari keluarga, dengan pelayanan kesehatan langsung ke rumah – rumah,” katanya. Kadis menambahkan, aparat anggota tim, jika tidak menjalankan tugasnya, akan diberhentikan dari tim brigade siaga bencana. Karena tugas yang akan dijalankan, tentu akan diberikan gaji/upah sesuai tugas pelayanannya dan upahnya sesuai beban kerja dari tim. Oleh karena itu, Kadiskes mengharapkan kepada tim brigade siaga bencana yang ditugaskan di lapangan dapat dijalankan dengan baik sesuai tugasnya. dan dia juga kembali mengharapkan, kepada tenaga perawat yang ada dan kepada aparat kampung dan warga masyarakat dapat menerima dengan baik kehadiran tenaga tim brigade siaga bencana yang akan datang melakukan pelayanan kesehatan di rumah–rumah. Bagi warga yang sakit langsung sampaikan sakitnya kepada para tenaga kesehatan atau tim brigade siaga bencana yang ada, supaya langsung dapat pelayanan pengobatan.  “Saya berharap, para aparat kampung dan warga dapat menerima mereka dan juga dana desa yang ada, dana sedikit dapat mengerti kepada tenaga medis  yang datang ke rumah–rumah. Karena melalui pelayanan akan dapat menjawab kebutuhan masyarakat khususnyya di bidang pelayanan kesehatan masarakat,” harapnya.(henbob)