Cegah Corona, 32 Puskesmas Fokus System Survailans
NABIRE – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (P2P Dinkes) Nabire, Dokter Frans Sayori mengatakan, sudah
Bagikan
NABIRE – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (P2P Dinkes) Nabire, Dokter Frans Sayori mengatakan, sudah saatnya waspada dengan wabah Covid-19, walaupun di Papua khususnya Nabire belum ditemukan. Namun untuk menindak lanjuti kesiapsiagaan, Dinkes Nabire telah mengambil beberapa langkah pencegahan.“Jadi diakhir Januari kami sudah melakukan tingkat dinas dengan 32 Puskesmas dan beberapa pihak terkait guna koordinasi dan jejaring,” kata dokter Sayori di Nabire, Sabtu (14/3/2020).Selain itu, ia menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak Puskesmas dan lebih fokus dengan system survailans. Yakni Puskesmas sebagai garda terdepan Dinkes melakukan Sistem Kewaspadaan Dini Respons (SKDR).SKDR adalah bagaimana pihak Puskesmas tiap minggunya wajib melaporkan bila ada pasien yang memiliki gejala–gejala seperti batuk pilek, sesak napas, demam tinggi apalagi memiliki riwayat kontak atau bepergian keluar Papua bahkan ada kontak dari orang yang baru dating dari luar Papua.“Sehingga teman–teman bisa melaporkan itu sesuai dengan alur pedoman kesiapsiagaan Covid-19. Jadi tugas mereka di Puskesmas adalah mendata dan melaporkan ke Dinkes Nabire. Dan bidang P2P akan selalu siap dan menindaklanjuti dan apabila yang didapati maka kami siap merujuk ke RS. Kami akan terus berkoordiasi dengan pihak RS dan sema stakeholder yang berkompeten,” jelasnya.Menurut Sayori, apabila ada orang dicurigai terkait Covid-19, maka pihaknya akan berpedoman pada pedoman penanggulangan yang diturunkan dari kementerian kesehatan dan protokoler yang dikeluarkan oleh kantor staf presiden. Sehingga dilaksanakan sesuai alur yang ada, maka bila dicurigai ada di Nabire yang mengidap penyakit tersebut akan diarahkan untuk rujukan lebih lanjut ke RS Nabire.“Tentu dengan menjaga agar petugas tidak terserang penyakit yang sama karena kasus ini pindah dari satu orang ke orang lain melalui ludah dan batuk, bersin. Maka alat pelindung diri sangat dibutuhkan termasuk persiapan lainnya sebab RS Nabire telah ditunjuk sebagai RS rujukan di daerah Meepago, selain Jayapura dan Merauke,” tutur dia.Terkait peralatan, kata Sayori, saat ini pihaknya sedang menunggu peralatan dari kementerian kesehatan sesuai rincian yang telah diminta dan saat ini dalam proses untuk didatangkan.”Sementara untuk Pemkab Nabire juga sudah menyiapkan hal serupa dan sedang menunggu kedatangan alat. Termasuk Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan semua lintas terkait,” kata dia.Kepada masyarakat Kabupaten Nabire, dokter Sayori menghimbau agar selalu menjaga pola kebersihan, mencuci tangan yang baik dan megutamakan pola hidup sehat.”Tapi tak kalah penting adalah jaga dan lindungi diri dan keluarga,” harapnya. (pas)
Bagikan artikel ini



