SUGAPA – Di bawah koordinator Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Intan Jaya, telah digelar bursa inovasi desa, Rabu (11/9) lalu. Kegiatan yang dipusatkan di aula DPMK ini dibuka Sekda Intan Jaya, Asir Mirip, S.Pd, M.Si. Informasi dari salah seorang panitia pelaksana, Nanang Sumantri, mengatakan, bursa inovasi dilaksanakan dengan total pagu dana 37.700.000 rupiah. Tujuan pelaksanan bursa inovasi desa ini, terjadinya replikasi atau pertukaran ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan oleh masyarakat. Agar dana desa yang masuk ke kampung-kampung bisa lebih bermanfaat dan dirasakan oleh masyarakat.  “Sumber dana bursa inovasi desa bersumber dari kumpulan dari dana operasional kegiatan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) yang jumlah masing-masing distriknya bervariasi, namun setelah ditotal mencapai 37.700.000 dari 8 distrik,” tuturnya.  Lebih lanjut dikatakan, peserta bursa inovasi desa berasal dari kampung-kampung. Dimana masing-masing kampung terdiri 3 orang yaitu kepala kampong, Bamuskam dan tokoh maysarakat. Sekedar diketahui, program inovasi desa di Kabupaten Intan Jaya sudah berjalan dari tahun 2018. Kemudian terbentuklah tim pelaksana kegiatan inovasi di tingkat distrik yakni Tim Pelaksana Inovasi Distrik (TPID) yang di dalamnya ada ketua, bendahara dan anggota yang berjumlah 8 personil.  “Anggaran TPID itu bersumber dari dana dekonsentrasi dengan biaya yang tidak begitu besar. Tapi kita harus bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan inovasi desa yang diantaranya pertama yaitu kegiatan terkait bursa inovasi desa,” tuturnya. (ros)